Sugawa Dorong Target Pendapatan Lebih Optimis

  • Whatsapp
SUGAWA Korry saat memimpin rapat banggar di DPRD Bali secara virtual, Jumat (16/10/2020). Foto: Ist
SUGAWA Korry saat memimpin rapat banggar di DPRD Bali secara virtual, Jumat (16/10/2020). Foto: Ist

DENPASAR – Pandemi Covid-19 memang berdampak luas terhadap perekonomian, dan berpengaruh kuat terhadap target pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Bali. Meski begitu, ada sejumlah sektor yang dinilai dapat memberi angin segar dan optimisme dalam mendulang pendapatan, antara lain sektor pertanian dan industri pengolahan. “Kami menilai target pendapatan yang disampaikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Bali masih dalam skala pesimis, padahal perkembangan situasi terakhir kita sudah bisa sedikit optimis,” kata Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry, usai rapat Badan Anggaran dengan TAPD yang dipimpin Sekda Provinsi Bali, I Dewa Made Indra, serta jajaran secara virtual, Jumat (16/10/2020).

Menurut Sugawa, dalam presentasi rancangan KUA/PPAS 2021 oleh Ketua TAPD dipaparkan, PAD dirancang Rp 2,9 triliun lebih, menurun Rp 529 miliar lebih dari Rp 3,4 triliun lebih tahun 2020. Hal ini karena tidak tercapainya target anggaran 2020 karena menurunnya pertumbuhan ekonomi daerah, sebagai dampak Corona. Pendapatan dari transfer pusat yang sebelumnya Rp 2,6 triliun menurun menjadi Rp 1,445 triliun. “Total pendapatan tahun 2020 sebesar 6,081 triliun menjadi 4,451 triliun,” urainya.

Bacaan Lainnya

Baca juga :  Bandara Ngurah Rai Mulai Cek Suhu Tubuh Penumpang Domestik

Penjabaran pendapatan menjadi belanja, sambungnya, pada tahun 2020 belanja operasi dan modal Rp 4,863 triliun, tapi pada tahun 2021 menjadi Rp 3,890 triliun. Belanja tidak terduga dari Rp 376 miliar menjadi Rp 50 miliar, transfer dari Rp 1,672 triliun menjadi Rp 1,404 triliun pada tahun 2021. Jadi, simpulnya, total belanja Rp 6,912 triliun pada tahun 2020 menurun menjadi Rp 5,345 triliun. Defisit tahun 2021 menjadi Rp 993 miliar atau 22,84 persen, dan jika dana alokasi khusus dimasukkan maka defisit menjadi 17,12 persen

“Dari masukan rekan-rekan Banggar, target pendapatan yang dihitung berdasarkan kondisi 2020 sebagai dampak Covid-19 itu masih tergolong rancangan yang pesimis. Kami berpandangan situasi dan kondisi 2021 akan terjadi banyak perubahan dari sisi ekonomi, terlebih pemerintah telah mengumumkan mulai November vaksinasi akan dilaksanakan,” urai Sugawa.

Karena itu, dia berharap target pendapatan dapat disusun secara lebih optimis. Begitu juga aspek belanja, kata dia, harus belajar banyak dari pengalaman-pengalaman terdahulu yang cenderung kurang memperhatikan sektor pertanian dan industri pengolahan produk pertanian. Sugawa mendorong sektor pertanian, terutama pertanian yang berorientasi ekspor seperti manggis, vanili, porang dan sejenisnya.

Para peternak, sambungnya, terutama peternak babi yang kena serangan penyakit harus dibantu dan dianggarkan segera. Di sisi lain, urainya, antisipasi bencana dan penanganan Covid-19 seyogianya terus disiapkan dan ditingkatkan. “Begitu juga insentif tenaga medis, paramedis dan nonmedis yang bekerja keras menangani Corona agar diperhatikan untuk dianggarkan pada tahun 2021,” seru Ketua DPD Partai Golkar Bali itu.

Baca juga :  Pemprov Bali Akan Gelar Karya Pemelepeh lan Pemahayu Jagat

“Tanggapan dan masukan rekan-rekan banggar akan dikaji dan dikoordinasikan oleh TAPD kepada Pak Gubernur. Rapat akan dilanjutkan tanggal 19 Oktober setelah sidang paripurna penyampaian pandangan umum fraksi,” pungkas politisi penyintas Corona itu. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.