Sudah PPKM Level 3, Badung Tak Gegabah Gelar PTM

  • Whatsapp
PLT. Kepala Disdikpora Badung, I Made Mandi. foto: ist

MANGUPURA – Hingga pekan kedua setelah penurunan level PPKM Bali, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung, belum memastikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Bila merujuk Inmendagri Nomor 42 Tahun 2021 PTM sudah dapat dilaksanakan untuk wilayah PPKM level 3.

Plt. Kepala Disdikpora Badung, I Made Mandi, mengatakan tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan tentang PTM. Sebab banyak hal yang masih menjadi pertimbanga. Diakuinya protokol kesehatan (prokes), vaksinasi guru dan murid, serta prasarana penunjang telah siap.

Bacaan Lainnya

“Kami memang sedang berproses, kami juga kemarin mengadakan rapat bersama Camat dan kepala UPT, kemudian kami lanjutkan dengn memantapkan sosialisasi kepada seluruh kepala sekolah, mulai dari TK, PAUD, SD dan SMP. Kami meyakinkan kembali yakni, izin orang tua, izin ketua komite, dan kesiapan sekolah,” ujar Mandi, Selasa (21/9/2021).

Selain kesiapan sekolah, izin dari kepala daerah juga menjadi pertimbangan. Hal ini dilakukan karena sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Nomor 04/KB/2020. “Dalam SKB Menteri tersebut disebutkan kalau sekolah yang memiliki guru-guru yang belum tervaksin, harus mendapatkan izin pemerintah daerah,” jelasnya.

Pertimbangan lainnya, kata Mandi, Kabupaten Badung merupakan daerah yang memiliki mobilitas penduduk yang sangat tinggi. “Kami ingin saat (PTM) jalan betul-betul siap, jangan sampai grusa-grusu nanti menimbulkan masalah,” kata pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Disdikpora Badung.

Baca juga :  Satu Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal, Positif Corona Bertambah 23 Kasus

Mandi juga mengungkapkan sejatinya pelaksanaan PTM di Gumi Keris akan dilaksanakan paling cepat 27 September 2021 atau paling lambat pada tanggal 1 Oktober 2021. Untuk pelaksanaan PTM nantinya maksimal dalam satu kelas sebanyak 50 persen. Untuk TK dan SLB (Sekolah Luar Biasa) maksimal 5 orang, sementara SD dan SMP maksimal 18 orang dalam satu kelas.

Bila PTM digelar, pihaknya berharap selain Satgas Covid-19 yang ada di sekolah, Satgas Covid-19 dari desa/kelurahan juga ikut mengawasi. Pihaknya juga mengakui saat ini ada guru yang belum mendapatkan vaksinasi.

Mereka yang mendapatkan vaksinasi karena memiliki penyakit komorbid atau ada guru yang sedang hamil. “Kami sudah mintakan untuk mencari surat keterangan dari dokter alasan tidak bisa divaksin. Tapi jumlahnya tidak banyak kalau tidak salah 10 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr. Nyoman Gunarta, membenarkan jika saat ini ada beberapa guru yang belum mendapatkan vaksinasi lantaran memiliki penyakit komorbid atau sedang hamil. Pihaknya pun mengaku saat ini tetap melakukan penyisiran agar seluruh guru segera mendapatkan vaksinasi.

“Jumlahnya yang sudah tervaksin lengkap 176.347 dari target sasaran 52. 223 orang. Untuk anak sekolah usia 12-17 tahun dari target sasaran 50.503 yang sudah tervaksin lengkap sebanyak 51.264 orang. Kami tetap akan melakukan penyisiran,” ujar dr. Gunarta. nas

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.