Soal Siapa Cagub Bali, Koster Jelaskan Tradisi PDI Perjuangan

Wayan Koster. foto: dok

POSMERDEKA.COM, DENPASAR- Siapa yang akan menjadi Calon Gubernur (Cagub) Bali dalam pilkada Bali November 2024 khususnya dari PDI Perjuangan? Menjawab pertanyaan ini, Gubernur Bali periode 2018-2023 Wayan Koster menjawab dengan tuntas.

Ketika tampil di “JegBali Podcast”, Wayan Koster sebagai patahana mengatakan, soal tradisi yang ada di PDI Perjuangan (PDI-P) selama ini. Ia menjelaskan, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarno Putri, selalu memberikan kesempatan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur yang dianggap berhasil untuk dicalonkan kembali kedua kalinya.

Read More

Dalam sejarah pencalonan Bupati atau Gubernur selalu begitu. Apalagi DPP PDI Perjuangan menganggap kader mereka berhasil selama memimpin daerah masing-masing. Selam ini Bupati/Wakil Bupati di Bali dari PDI Perjuangan selalu dua periode.

“Sepanjang tidak ada hal yang serius, patahana diberikan kesempatan menjabat dua kali masa jabatan. Pasalnya lima tahun pertama, program mereka belum dianggap tuntas,” kata Koster dalam Podcast tersebut.

Ketika ditanya, bagaimana tanggapannya ada kader lain seperti Nyoman Giri Prasta, yang kini Bupati Badung juga banyak mendapat dukungan? Koster mengatakan, hal itu boleh saja. Dinamika di internal partai selalu ada, apalagi PDI Perjuangan menjunjung tinggi prinsip demokrasi. Namun setelah ada keputusan final berupa rekomendasi pusat, siapa nanti dicalonkan DPP PDI Perjuangan, semua kader partai harus bersatu memenangkan calonnya.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan Nyoman Giri Prasta membagikan sejumlah BKK kepada kabupaten lain, tidak melanggar aturan atau ketentuan yang ada. “Masak orang membantu daerah yang memerlukan bantuan kita larang,” kata Koster asal desa Sembiran Buleleng itu.

Koster juga mengakui banyak hal sudah dilakukan selama lima tahun memimpin Bali. Apalagi saat itu ada gangguan Covid-19 selama dua tahun lebih. Namun sejumlah program dapat dilaksanakan dengan baik, seperti pembenahan Pura Besakih, pembangunan Pelabuhan Sanur, Nusa Penida dan Ceningan, pembinaan desa adat/pekraman di Bali.

Di samping itu dengan perjuangan panjang, keluar UU Provinsi Bali dengan turunannya Perda Bali sehingga dapat memberlakukan retribusi terhadap turis yang ke Bali 10 dolar AS setiap orang, dan pembangunan lainnya yang sudah berjalan dan kini sedang berlanjut.

Banyak pertanyaan host “JegBali Podcast” tersebut dijawab dengan santai oleh Koster, termasuk banyak bully terhadap dirinya. “Saya menghargai berbagai kritik dan bully yang dilakukan di media sosial. Itu masukan buat saya,” katanya sambil senyum.

Ia mengakui tidak dapat memuaskan semua orang secara pribadi-pribadi. Namun banyak hal sudah dilakukan dalam membangun Bali dengan memberikan bantuan keuangan khusus (BKK) kepada kelompok-kelompok tertentu.

Koster juga membantah, tidak benar jika ia selama Covid-19 hanya memberikan imbauan. Sebab banyak hal nyata dilakukan dalam membantu nyawa masyarakat Bali, saat Covid-19 melanda daerah Bali.

“Saya banyak melobi pusat, sehingga Bali akhirnya dianggap paling sukses dan paling baik dalam menangani Covid-9. Bahkan juga sukses dalam pelaksanaan G-20 selama berlangsung di Bali,” ungkap Koster.

Akhirnya Koster yakin, bahwa rekomendasi akan ia peroleh dari Ibu Megawati, sehingga dapat merealisasikan program lanjutan yang juga sudah diketahui DPP PDI Perjuangan. Soal siapa wakilnya nanti, sepenuhnya juga diserahkan kepada Pusat di Jakarta. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.