SMP PGRI 2 Denpasar Mendapatkan Piagam Penghargaan MURI

SMP PGRI 2 Denpasar (Grisda) baru saja mendapatkan penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai kontributor pencapaian rekor MURI pada peluncuran buku fiksi dan non-fiksi terbanyak melalui program-program literasi yang diselenggarakan oleh Nyalanesia selama April 2021 hingga Maret 2022. Foto: ist
SMP PGRI 2 Denpasar (Grisda) baru saja mendapatkan penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai kontributor pencapaian rekor MURI pada peluncuran buku fiksi dan non-fiksi terbanyak melalui program-program literasi yang diselenggarakan oleh Nyalanesia selama April 2021 hingga Maret 2022. Foto: ist

DENPASAR – SMP PGRI 2 Denpasar (Grisda) baru saja mendapatkan penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai kontributor pencapaian rekor MURI pada peluncuran buku fiksi dan non-fiksi terbanyak melalui program-program literasi yang diselenggarakan oleh Nyalanesia selama April 2021 hingga Maret 2022.

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, tersenyum mengembang menerima penghargaan piagam MURI Nomor 811-0946/Nyala/M.E-2/PTNMI/III/2022. Ia menceritakan, mengatakan sebelum mengikuti Festival Literasi Nasional, pihak sekolah mengikuti sosialisasi dari Nyalanesia tentang festival tersebut.

Bacaan Lainnya

Untuk di Grisda diikuti 50 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX. Selain SMP PGRI 2 Denpasar, festival ini juga diikuti dari sekolah lain di Kota Denpasar maupun dari daerah lain. “Persiapan mengikuti Festival Literasi Nasional ini, kami terlebih dahulu memberikan arahan kepada seluruh siswa dan membina siswa terkait untuk membuat karya sastra murni hasil karya sendiri. Pihak sekolah betul-betul menyeleksi karya dari siswa agar tidak temukan plagiarisme,” ungkap Sri Wahyuni, Minggu (17/4/2022).

Sri Wahyuni juga menambahkan dalam pencapaian tersebut, siswa Grisda menulis puisi, dan setiap sekolah yang mengikuti festival tersebut diberi penghargaan MURI.  “Karya tulis tersebut akan dijadikan buku dan diberikan Internasional Standard Book Number (ISBN),” kata Sri Wahyuni.

Baca juga :  TPID Klungkung Wajib Pastikan Tiada Penimbunan Stok Pangan

Disinggung tentang momen menarik selama mengikut Festival Literasi Nasional, Sri Wahyuni mengaku sangat senang karena peserta dibimbing untuk menghasil karya sastra yang baik dan juga diberikan narasumber yang memotivasi hingga siswa dapat menghasilkan karya sastra yang sangat bagus. “Selain itu anak-anak juga bangga karena hasil karya mereka telah dicetak dan bisa dibaca oleh teman-teman di sekolah,” ucap Sri Wahyuni.

Atas pencapaian ini, Sri Wahyuni berharap siswa SMP PGRI 2 Denpasar semakin semangat berkarya dan kemampuan literasinya semakin meningkat. “Pihak sekolah sangat mendukung program positif seperti ini, karena ini merupakan salah satu aksi nyata dalam mewujudkan budaya literasi di sekolah. Tidak hanya dalam festival ini, tetapi pada kegiatan-kegiatan positif yang melibakat siswa kami selalu dukung dan dampingi,” tutup Sri Wahyuni. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.