SMA PGRI 2 Denpasar Siap Terima Siswa yang Tercecer di Negeri

  • Whatsapp
KEPALA SMA PGRI 2 Denpasar, I Komang Arta Saputra; bersama Wakasek Humas AA Ayu Seriati memantau pendaftaran siswa baru yang terus mengalir ke SMA PGRI 2 Denpasar. Foto: tra
KEPALA SMA PGRI 2 Denpasar, I Komang Arta Saputra; bersama Wakasek Humas AA Ayu Seriati memantau pendaftaran siswa baru yang terus mengalir ke SMA PGRI 2 Denpasar. Foto: tra

DENPASAR – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai, Selasa (13/7/2021). SMA PGRI 2 Denpasar (Regrisma) di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat, masih membuka kesempatan bagi siswa yang gagal diterima di sekolah negeri.

Kepala SMA PGRI 2 Denpasar, I Komang Arta Saputra, S.Pd., M.Pd., Minggu (11/7/2021) mengakui di tengah persaingan yang sangat ketat, SMA PGRI 2 Denpasar tetap menjadi pilihan masyarakat. Jumlah siswa baru terus bertambah karena masyarakat kini semakin cerdas menentukan pilihan studi lanjut yang berkualitas.

Bacaan Lainnya

SMA PGRI 2 Denpasar adalah sekolah yang aman, nyaman dan tidak ada masalah. Untuk itu, SMA PGRI 2 Denpasar siap menerima lulusan SMP di Bali yang tercecer alias belum mendapatkan sekolah negeri dan sekolah swasta.

Terlebih, langkah berani dan pro rakyat di masa pandemi Covid-19 kembali dilakukan SMA PGRI 2 Denpasar pada tahun pelajaran 2021/2022 ini. Berbagai kemudahan sudah disiapkan, antara lain biaya pendidikan terjangkau dan rutin memberi bonus pada siswa berprestasi.

Tahun ini hanya memungut biaya awal pendidikan siswa baru Rp1.850.000. Jumlah itu sudah termasuk uang pakaian. Arta Saputra menyebut, inilah bentuk kepedulian dan keberpihakan SMA PGRI 2 Denpasar dengan masyarakat di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Baca juga :  Walau Tidak Diunggulkan, Austria Berambisi Kejutkan Italia

Jika pandemi Covid-19 berlangsung lama, besaran SPP juga akan ditinjau ulang karena semua berbasiskan daring. Pastinya, tegas Arta Saputra yang juga Ketua PGRI Bali, ini biaya pendidikan di SMA PGRI 2 Denpasar tidak akan memberatkan masyarakat karena sekolah ini memang milik rakyat Bali.

Arta Saputra didampingi para wakasek AA Ayu Seriati, SP., M.Si., Made Purwa Kusuma, S.Pd., M.Pd., Drs. I Ketut Mader, M.Pd., dan I Nyoman Suarta, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan, SMA PGRI 2 Denpasar sangat taat asas, juga fokus pada peningkatan mutu. Ini dibuktikan sebanyak 42 lulusannya tahun ini diterima di PTN favorit seperti di Unud, PNB, Undiksha, Politeknik Negeri Jember, Univ. Mulawarman, dan Universitas Negeri Yogyakarta. Sementara puluhan lulusan lainnya diterima bekerja di berbagai sektor, membuka usaha sendiri, termasuk menjadi anggota TNI dan Polri.

Sukses lulusannya ini karena SMA PGRI 2 Denpasar selain menyiapkan lulusannya melanjutkan studi juga siap bekerja lewat program ektra tambahan yang dapat dipilih siswa. Di antaranya, seni budaya, bahasa Jepang, IT, dan kewirausahaan. Ekstra pilihan seni budaya mengajarkan siswa secara khusus menari, merias, dan menyelenggarakan event seni. Bidang IT, lulusannya disiapkan mahir menguasai teknik komputer jaringan, multimedia atau desain sehingga tak kalah dengan tamatan SMK IT.

Untuk bahasa Jepang bekerja sama dengan Japan Foundatition, secara khusus menyiapkan lulusannya siap terjun sebagai pramuwisata. Bidang kewirausahaan mengajarkan siswa membuat keterampilan tangan, memasak, manajemen, dan penjualan.

Baca juga :  Update Covid-19 di Denpasar: Pasien Sembuh Turun Drastis, Meninggal Bertambah 2 Orang

Sekolah ini juga memiliki 33 jenis ekstra mulai dari olahraga, baleganjur, hingga fashion. Semuanya meraih prestasi. Bahkan di masa pandemi, siswa SMA PGRI 2 Denpasar meraih juara I Lomba Bahasa Jepang tingkat regional.  Untuk melengkapi fasilitas sekolah, Kemendikbud melalui Disdikpora Provinsi Bali juga akan memberi bantuan media pembelajaran berbasis IT. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.