Golkar Dorong Optimasi Pengembangan Simantri, Sugawa Sayangkan Kini Kurang Terurus

  • Whatsapp
SUGAWA Korry memeriksa kondisi Simantri dan berdiskusi dengan pengurus Simantri di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Foto: ist
SUGAWA Korry memeriksa kondisi Simantri dan berdiskusi dengan pengurus Simantri di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Foto: ist

DENPASAR – Pemprov Bali sejak tahun 2009 memiliki program Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri), yang sampai saat ini terbentuk 752 Simantri atas dukungan dan bantuan Pemprov. Namun, dalam perjalanan banyak kelompok Simantri yang tidak melanjutkan aktivitas dengan segala kendala yang meliputi. Untuk menggairahkan kembali para peternak, Partai Golkar mendorong agar terwujud optimasi pengembangan Simantri.

“Dari kajian dan temuan selama ini, kami menugaskan kader-kader untuk melakukan inventarisasi dalam rangka mendorong peningkatan keberpihakan terhadap pembinaan dan pengembangan Simantri ini,” kata Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, Minggu (11/7/2021).

Bacaan Lainnya

Lebih jauh diuraikan, sejak tahun 2009 sampai dengan 2019 di Bali terbentuk 752 Simantri atas dukungan, pembinaan dan bantuan Pemprov Bali. Kata dia, dari sisi gagasan dan kebijakan, memberdayakan kalangan peternak itu sangat bagus. Apalagi diintegrasikan dengan upaya untuk meningkatkan produktivitas peternak, dengan penghasilan tambahan melalui produksi pupuk organik. Pun diintegrasikan dengan strategi mendukung mewujudkan Bali sebagai pulau organik.

Untuk mendukung pembinaan dan pemberdayaan tersebut, jelasnya, didukung sedikitnya 200 tenaga penyuluh. Sementara dalam konteks pengembangan, urainya, setiap kelompok Simantri didukung bantuan anggaran senilai Rp200 juta per kelompok. “Itu artinya selama 10 tahun dialokasikan anggaran sekitar 1,5 triliun,” jelas Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Baca juga :  Sekda Gianyar Tinjau Persiapan ‘’Bali Revival 2020’’

Menurut Sugawa, saat ini banyak Simantri yang tidak lagi melanjutkan aktivitasnya. Selain itu, berdasarkan pengecekan di lapangan, ditemukan banyak juga Simantri yang sekarang berganti nama menjadi Sipadu yang masih melaksanakan aktivitasnya di bawah pembinaan UPTD Sipadu. Hanya, kondisinya saat ini sudah jauh berbeda. Jika dulu ada 200 tenaga penyuluh, Sugawa berkata sekarang hanya tinggal 20 personel saja.

Melihat ide kebijakan pengembangan Simantri yang dinilai sangat positif, Sugawa berujar sangat tidak tepat jika Simantri atau Sipadu ini tidak ditangani secara optimal. Maksudnya, dalam konteks meningkatkan kesejahteraan peternak melalui usaha ternak sapi, produksi sampingannya, serta diintegrasikan dalam mewujudkan Bali sebagai pulau organik.

Berpijak dari pemikiran itu, urainya, Golkar telah menugaskan kader-kadernya untuk melakukan inventarisasi dalam rangka mendorong peningkatan keberpihakkan terhadap pembinaan serta pengembangan Simantri ini. “Kami telah membentuk tim khusus melalui Badan Pembinaan dan Pemberdayaan Petani/Peternak Golkar Bali. Sekarang kami sedang persiapkan rumusan masalah prioritas dan solusi pemecahannya. Setelah PPKM Darurat ini selesai, kami akan turun lagi ke lapangan,” pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.