Siswa SMK Didorong Berani Berwirausaha

  • Whatsapp
KEPALA SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika. Foto: tra
KEPALA SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika. Foto: tra

DENPASAR – Lulusan SMK diproyeksikan dapat memilih opsi bekerja di dunia industri, melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau berwirausaha. Kepala SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika, mengungkapkan, di samping untuk menghasilkan lulusan siap kerja, tugas SMK juga mendorong siswa untuk berwirausaha.

‘’Bekal materi kewirausahaan tentu sudah kita berikan secara spesifik melalui mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengaplikasikan ilmu tersebut dan kami dorong siswa untuk berani berwirausaha,’’ kata Buda Astika, Selasa (30/3/2021).

Bacaan Lainnya

Ia berujar, untuk menjadi wirausahawan diperlukan nyali yang besar, kejelian, dan motivasi yang tinggi. Amati peluang pasar, bidik, dan ambil segera peluang itu. Peluang yang bisa ditangkap dengan keterampilan dan ilmu yang dimiliki saat ini, dan kemudian dikembangkan. ‘’Bisa jadi pekerjaan yang ditekuni tidak sesuai dengan jurusan ketika sekolah, tetapi itu bukanlah masalah,’’ lugasnya.

Artinya, yang penting tumbuhnya jiwa kewirausahaan anak muda Bali. Jika semua lulusan SMK begini, dia yakin tak ada lulusan SMK menganggur, terlebih di masa pademi. Karenanya, ia selalu meminta lulusannya tak pilih-pilih pekerjaan. Bagi dia, pola pikir itu harus dihilangkan, ambil semua pekerjaan apa saja. Nanti sambil bekerja melanjutkan studi, justru akan lebih sukses.

Baca juga :  Banyak Objek Menarik, Pariwisata Bangli Masih Lesu

‘’Semua orang atau usaha yang sukses tentu tidak serta merta terjadi begitu saja. Semua pasti memiliki perjalanan yang tak sepenuhnya mulus. Rintangan, kendala, liku-liku, dan pasang-surut pasti terjadi. Hanya masa yang membedakan, ada yang lama, ada pula yang singkat. Namun semua pasti dimulai dari hal yang sederhana, dari hal-hal kecil dan bahkan sepele mungkin. Tapi ingat, semua hal besar dimulai dari hal kecil,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Dirjen Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, saat sosialisasi sosialisasi SMK Pusat Keunggulan (PK) dan SMK-D2 Fast Track yang diikuti kepala SMK se-Bali secara luring dan daring di SMKN 5 Denpasar, Senin (29/3), mengungkapkan, pertumbuhan industri dan dunia usaha (iduka) yang cepat dan disruptif, menggugah dunia pendidikan untuk berlari kencang mengantisipasi perubahan tersebut. Tak terkecuali bagi sekolah menengah kejuruan (SMK) yang core business-nya menyiapkan tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan bermental industri. Untuk itu diperlukan kepala sekolah yang “gila”, yang mau berubah dan melakukan tugas yang tidak umum.

Menurut Wikan variabel penting otak perubahan di SMK itu ada pada sumber daya manusianya, khususnya kepala sekolah. Maka mind setting kepala sekolah ini yang perlu diubah, disentuh, dipertajam, dan dikembagkan.

‘’Dengan begitu, sekolah yang dikelola akan maju dan unggul. Seperti Kepala SMKN 5 Denpasar ini sangat banyak punya ide kreatif dan inovatif,” kata lulusan Kobe University Japan itu.

Baca juga :  Dituduh Nyantet, Bagia Tebas Sepupu

Menurut Wikan, inilah yang dulu dinamakan SMK Center of Excellence (CoE) dan kelanjutan tahun ini dinamakan SMK Pusat Keunggulan. ‘’Filosofinya bukan ngasih duit untuk bikin gedung dan alat, itu nomor dua, filosofi pertamanya adalah kami ingin menciptakan kepala sekolah dan guru SMK yang punya inovasi untuk berani berubah. Bikin kreativitas, punya ide, bikin terobosan, baru dikasih duit untuk bikin gedung dan beli alat. Artinya apa, kalau kepala sekolahnya itu zona nyaman, maksudnya dalam tanda kutip kepala sekolah itu harus gila ide kreatif,” katanya memungkasi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.