POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar menyatakan, penyalahgunaan narkoba di Indonesia kian mengkhawatirkan. Hal itu mengingat, narkoba telah menyerang segala usia, tidak terkecuali usia pelajar Sekolah Dasar (SD), akibat bebasnya peredaran obat-obat yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia itu.
Pernyataan itu disampaikan narasumber BNN Kota Denpasar, Oka Rasta, ketika menggelar sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di SD Negeri 2 Penatih, Rabu (5/6/2024).
“Untuk itu, perlu langkah pencegahan di usia dini mutlak harus dilakukan. Salah satu langkah konkretnya yang dilakukan BNN Kota Denpasar adalah dengan menggencarkan kegiatan penyuluhan bahaya narkoba untuk para pelajar di usia dini,” kata Oka Rasta.
Menurut Oka Rasta, narkoba atau narkotika secara sederhana adalah obat atau zat yang dapat menimbulkan efek halusinasi dan dapat menimbulkan kecanduan. Sosialisasi penyuluhan merupakan sebuah upaya pendekatan terhadap masyarakat (siswa) dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai dampak buruk yang ditimbulkan narkoba.
“Sosialisasi mengenai dampak buruk narkoba ini disampaikan dengan harapan peserta sosialisasi yang merupakan siswa-siswi sekolah dasar dapat memahami dampak buruk narkoba dan termotivasi untuk menjadi generasi anti-narkoba. Karena narkoba tidak hanya merusak moral namun juga merusak fisik pengguna,” ujarnya.
Kepala SD Negeri2 Penatih, Ni Wayan Sri Sukanadi, mengucapkan terima kasih atas atensi dan kehadiran narasumber BNN Kota Denpasar menyampaikan pemahaman sejak dini kepada para siswa tentang bahaya narkoba. Sosialisasi diadakan dengan sasaran siswa kelas 6 yang menyiapkan diri untuk memasuki fase remaja yang merupakan fase rawan.
Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, siswa sekolah dasar mampu menyadari pentingnya menghindari dan menolak narkoba dikehidupan serta menyadari dampak buruk yang ditimbulkan oleh narkoba. “Kami berharap melalui sosialisasi ini, para siswa waspada terhadap bahaya narkoba sehingga mereka menjauhinya. Untuk pesertanya sendiri kita fokuskan kepada siswa kelas 6,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan, mengapresiasi sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba yang digelar SD Negeri 2 Penatih bekerjasama dengan BNN Kota Denpasar. Pencegahan penyalahgunaan narkoba maupun penanggulangan kekerasan di sekolah perlu dicermati oleh berbagai pihak.
Tidak hanya oleh guru dan kepala sekolah, siswa juga perlu ditingkatkan kesadarannya untuk mengenali bentuk dan dampak dari penggunaan narkoba maupun tindak kekerasan yang terjadi. Sehingga ia tidak menjadi pelaku maupun korban.
“Generasi muda ini harus kita selamatkan, sebab mereka adalah penerus masa depan bangsa. Hal ini sudah merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkas Suriawan. tra
























