Singgung Jumlah Penduduk, Golkar Badung Ingatkan Transparansi dan Alokasi Kursi

  • Whatsapp
KETUA DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa. Foto: hen
KETUA DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa. Foto: hen

MANGUPURA – Jumlah nyata penduduk Kabupaten Badung diminta segera ada kejelasan, karena Disdukcapil menyebut jumlahnya mencapai 507.418 jiwa pada paruh awal tahun 2021. Fraksi Golkar DPRD Badung menyinggung soal ini ketika rapat di DPRD Badung yang dihadiri eksekutif, Jumat (6/8/2021) karena ada regulasi mengatur konsekuensi kenaikan jumlah penduduk terhadap alokasi kursi di DPRD kabupaten/kota.

“Tujuan kami sederhana kok, mengingatkan eksekutif agar data jumlah penduduk itu harus nyata, bukan sebatas kira-kira,” sebut Ketua DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa, Senin (9/8/2021).  

Bacaan Lainnya

Lebih jauh diutarakan, selain mengingatkan pendataan penduduk untuk transparansi data, Golkar juga mengingatkan kembali adanya regulasi terkait politik jika ada penambahan jumlah penduduk. Secara aturan, jelasnya, daerah yang memiliki penduduk lebih dari 500 ribu, maka mendapat alokasi 45 kursi di legislatif. Sementara hingga kini DPRD Badung masih diisi 40 kursi, karena memakai data penduduknya kurang dari 500 ribu.

“Karena sudah lebih dari 500 ribu, berarti kan ada penambahan kursi. Itu yang kami dorong agar segera eksekutif berproses, misalnya koordinasi dengan Kemendagri untuk penetapan. Jangan sampai dekat-dekat Pemilu baru grasa-grusu ngurus itu, prinsipnya mari kita hormati aturan yang ada,” urai Wakil Ketua DPRD Badung itu.

Baca juga :  Penghuni Masih Bertahan di Rumah yang Ambruk

Disentil alasan Golkar menyoal data penduduk itu terkesan berkutat hanya urusan kursi DPRD saja, Suyasa menepis. Dia berujar, yang memiliki legitimasi mewakili aspirasi rakyat itu adalah DPR dan DPRD. Bahwa ada LSM atau organisasi lainnya, mereka tidak memiliki kanal prosedur yang diatur dalam trias politica yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif. Karena itu, ucapnya, makin banyak yang mewakili rakyat di parlemen maka akan lebih banyak aspirasi yang dapat diperjuangkan.

“Itu berarti makin banyak yang diajak memperjuangkan masyarakat, terlepas partainya apa nanti dipilih. Sebagai partai dengan doktrin kekaryaan, makin banyak diajak berkarya kan makin bagus untuk rakyat,” lugasnya.

Ditanya begitu gencarnya dia turun ke pelbagai kegiatan masyarakat di Badung, seperti diunggah di akun media sosialnya, Suyasa hanya tertawa. Dia mendaku tidak masalah dinilai “gila politik” karena saking rajinnya menyambangi warga tersebut. Alasannya, selain memang mencalonkan diri pada Pilkada Badung 2024 mendatang, sebagai simbol partai dia wajib turun ke masyarakat untuk mengenalkan diri ke masyarakat.

“Sebagai politisi, jelas tujuannya politis. Saya harus bisa membesarkan partai, terlepas apakah saya menang atau kalah, dan waktunya dalam tiga tahun itu relatif singkat. Makanya harus terus jalan untuk sosialisasi, kenalkan diri sebagai figur (calon Bupati), soal layak atau tidak itu bergantung penilaian masyarakat. Dibilang gila ya nggak apa-apa,” pungkasnya dengan mimik kalem. 

Baca juga :  Wali Kota Jaya Negara Prioritaskan Masalah Sampah, Penanganan Covid-19, Pemulihan Ekonomi, dan Percepatan Vaksinasi

Sebelumnya, Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta, minta parpol di Badung melakukan pemetaan politik berbasis data, antara lain data penduduk yang nyata. Dia juga menyebut jumlah kursi di DPRD Badung berpeluang bertambah dari 40 menjadi 45 kursi pada Pemilu 2024 mendatang, karena data Disdukcapil Badung menyebut penduduk Badung saat ini 507.418 jiwa. Sesuai pasal 191 ayat 2 huruf f Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilu, kabupaten/kota dengan penduduk lebih dari 500 ribu jiwa sampai 1 juta orang memperoleh alokasi 45 kursi. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.