September 2021, Jumlah Pemilih di Tabanan 365.262 Orang

  • Whatsapp
KPU Tabanan menetapkan jumlah pemilih di Kabupaten Tabanan pada September 2021 sebanyak 365.262 orang, dalam rapat pleno, Selasa (28/9/2021),. foto: gap

TABANAN – KPU Tabanan menetapkan jumlah pemilih di Kabupaten Tabanan pada September 2021 sebanyak 365.262 orang, yang berarti ada bertambah 95 dari jumlah pemilih bulan Agustus. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi daftar pemilih berkelanjutan (DPB) yang digelar KPU Tabanan, di ruang rapat KPU Tabanan, Selasa (28/9/2021).

Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Tabanan, I Ketut Sugina, mengatakan, pada Agustus lalu lembaganya menetapkan jumlah pemilih sebanyak 365.167 orang. Dalam perkembangan hingga September, KPU Tabanan mendapatkan masukan pemilih baru sebanyak 154 orang, sedangkan pemilih yang dicoret dari daftar pemilih karena tidak memenuhi syarat (TMS) sebanyak 59 orang.

Bacaan Lainnya

Penambahan jumlah pemilih sebanyak itu pada September 2021 terdiri dari laki-laki sebanyak 179.512 orang, dan 185.750 perempuan,” ungkap Sugina saat mendampingi Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa, usai rapat.

Lebih jauh dijelaskan, pemilih baru sebanyak 154 orang itu bersumber dari masukan desa-desa, Disdukcapil, partai politik, TNI-Polri, dan masyarakat. Jumlah pemilih yang dicoret karena TMS sebanyak 59 itu karena pemilih ganda. “Pemilih ganda itu artinya terdaftar lebih dari satu, sehingga kami lakukan pencoretan,” terangnya.

Beberapa pimpinan partai politik juga hadir dalam rapat tersebut. Di antaranya ada yang memberikan masukan terkait proses pemutakhiran daftar pemilih selanjutnya. Mereka adalah I Gusti Nyoman Omardani dari PDIP, dan Agung Yuwana dari Demokrat. Intinya, mereka berharap agar data pemilih bisa diklasifikasikan berdasarkan umur, sehingga lebih mudah untuk melakukan pemetaan.

Baca juga :  Disbud Badung Minta Prajuru “Jagra”, Antisipasi Pencurian di Pura

“Kalau memungkinkan, kami berharap KPU dapat menampilkan jumlah pemilih berdasarkan kategori usia, sehingga bisa dipetakan berapa pemilih pemula yang ada di Tabanan,” ujar Omardani.

I Ketut Narta dari Bawaslu Tabanan sempat menyoroti TMS pemilih, khususnya pemilih yang meninggal. “Kami ingin mengingatkan pemilih TMS lantaran meninggal benar-benar dipastikan memiliki akta kematian. Sebab, Disdukcapil Tabanan tidak akan berani melakukan pencoretan jika tidak ada akta kematian,” tegasnya.

Masukan juga muncul dari wakil Polres Tabanan, yang diwakili KBO Intelkam, Iptu Dewa Abdi. Dia mengungkapkan, untuk data pemilih yang meninggal, pihaknya berharap KPU dapat berkolaborasi dengan Satgas Covid-19. “Sebab, di Satgas Covid-19 memiliki data warga yang meninggal,” sarannya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.