Sementara TI Bali Loloskan 9 Nomor ke PON XXI 2024, Lima Taekwondoin Masih Berjuang

TAEKWONDOIN Bali Gusti Ayu Jesica Jasmine Suartika (ketiga dari kiri) lolos ke PON XXI 2024 setelah meraih perunggu nomor kyorugi U73 kg putri pada Babak Kualifikasi (BK) PON XXI, di GOR POPKI, Sibubur, Jakarta Timur, Minggu (29/10/2023). foto: yes

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Setelah berjuang habis-habisan dalam Babak Kualifikasi (BK) PON XXI di GOR POPKI, Sibubur, Jakarta Timur sejak Jumat (27/10/2023), untuk sementara tim Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Bali sudah meloloskan 9 nomor, baik poomsae (jurus) maupun kyorugi ke PON XXI 2024 di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh.

Dikonfirmasi posmerdeka.com Minggu (29/10/2023) malam, Manajer Tim Taekwondo Bali, I Gusti Lanang Sudiana menyebutkan taekwondoin Bali yang lolos ke PON XXI yakni di nomor poomsae beregu putra (Agung udayana, Kadek Nanda Sampurna dan Punta) dan poomsae Freestyle putri atas nama Melinda Evelyna.

Read More

Sedangkan di nomor kyorugi, tambah Lanang yakni Ni Kadek Surya Febriantari ( U67 Kg Putri), Putu Bayu Satria Mahottama Suarbawa (U87 Kg Putra), I Putu Giri Kumara (U58 Kg Putra), Luh Putu Aprilia Tri Buana Chi Gayatri (U49 Kg Putri), Putu Desya Srinadi Putri (U57 Kg Putri), Gusti Ayu Jesica Jasmine Suartika (U73 Kg Putri).

Satu lagi taekwondoin Bali di nomor kyorugi yang lolos tanpa bertanding adalah Ni Kadek Heni Prikasih di kelas U46 Kg Putri. ”Kadek Heni mendapat wildcard dari PB TI karena dia (Kadek Heni) dan rekannya Megawati Tamesti Maheswati diproyeksikan menghadapi kualifikasi olimpiade 2024 Paris,” sebut Lanang Sudiana.

Di hari terakhir pertandingan, masih tersisa lima taekwondoin Bali yang akan bertanding untuk mendapatkan tiket PON XXI. ”Besok (Senin, 30 Oktober 2023) masih ada lima atlet yang bertanding. Kami berharap ada tambahan atlet yang lolos, syukur-syukur kelimanya bisa lolos,” harap Lanang Sudiana.

Perjuangan para taekwondoin Bali dalam BK 2023 ini terasa lebih berat, karena sistemnya berbeda dengan BK sebelumnya. Gelaran BK tahun 2019 masih memberlakukan sistem pembagian wilayah (pool), sedangkan tahun ini terpusat alias sistem drawing langsung (acak).

Perbedaan lainnya yakni diberikannya dua jatah bagi tuan rumah, yakni propinsi Sumatra Utara dan Aceh. Namun KONI Pusat meminta tuan rumah tetap mengirimkan atlet terbaiknya dan tidak menjadikan BK PON hanya sebagai ajang try out.

Peserta tambahan juga diberikan kepada Daerah Otonomi Baru (DOB) yakni propinsi baru hasil pemekaran propinsi Papua yang mendapatkan kuota untuk nomor perorangan dengan jumlah terbatas sesuai yang ditetapkan oleh KONI Pusat.

Diikuti 512 Atlet
Sebelumnya, Sekjen Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Brigjen TNI Robert Ndona menyebutkan BK PON 2023 diikuti 512 atlet taekwondo dari 38 provinsi, tanpa Aceh dan Sumatera Utara yang menjadi tuan rumah. Ke-512 atlet itu akan memperebutkan 218 tiket lolos ke PON Aceh-Sumut 2024.

“BK juga dijadikan ajang PB TI untuk melakukan pemantauan terhadap atlet berpotensi untuk ajang internasional nantinya,” kata Robert seraya menambahkan nomor-nomor yang dipertandingkan yakni tarung atau Kyorugi dan jurus atau poomsae.

Untuk kategori tarung dipertandingkan delapan nomor kelas putra, yakni (-) 54 Kg, (-) 58 Kg, (-)63 Kg, (-) 68 Kg, (-) 74 Kg, (-) 80 Kg, (-) 87 Kg dan (+)80 Kg. Dan nomor tarung putri juga mempertandingkan delapan nomor, yakni kelas (-) 56 Kg, (-) 49 Kg, (-) 53 Kg, (-) 57 Kg, (-) 62 kg, (-) 67 Kg, (-) 73 Kg dan (+) 73 Kg.

Robert berharap talenta-talenta muda taekwondoin nasional muncul pada babak kualifikasi ini, sekaligys kesempatan bagi wajah-wajah baru untuk memperlihatkan bakat dan keahlian mereka agar bisa mengikuti seleksi pelatnas. ”Kami siapkan talent scout untuk melihat atlet dari segi kemampuan, keterampilan, perilaku hingga daya juang tinggi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sesuai arahan Ketua Umum PBTI Richard Tampubolon, pemantauan atlet dilakukan tidak hanya fokus kepada keahlian atau keterampilan semata tapi juga melihat perilaku, kesehatan hingga kemampuan olahraga.

Untuk kemampuan olahraga dilihat ketahanan, stamina serta kekuatan fisik anak tersebut. Kemudian perilaku juga penting karena menggambarkan daya juang serta kemauan mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa.

“Ada atlet hebat tapi perilaku tidak bagus, ini tidak akan diambil,” kata dia. “Targetnya kita mendapatkan atlet dengan kemampuan baik dan juga psikologi yang baik dengan perilaku baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Marciano Norman saat membuka BK PON Aceh Sumut 2024 di Jakarta pada Jumat (27/10/2023) berharap akan lahir atlet-atlet baru Indonesia, yang kelak di Pekan Olahraga Nasional akan membuat daerah yang diwakilinya bangga karena prestasinya.

“Juara-juara nasional taekwondo ini nanti adalah atlet-atlet tim nasional kita yang akan berangkat untuk ajang multi cabang internasional, mulai SEA Games, Asian Games, dan juga Olimpiade,” tambahnya. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.