Konkercab PGRI Denpasar Selatan, Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan: Indonesia Kuat, Indonesia Maju

KETUA PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, dan Ketua PGRI Cabang Denpasar Selatan, Dra. Ni Wayan Raiyani, foto bersama jajaran PGRI Kota Denpasar dan Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Denpasar Selatan sebelum pelaksanaan Konkercab PGRI Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2023 di SMPN 9 Denpasar, Senin (30/10/2023). Foto: tra
KETUA PGRI Kota Denpasar, I Ketut Suarya, dan Ketua PGRI Cabang Denpasar Selatan, Dra. Ni Wayan Raiyani, foto bersama jajaran PGRI Kota Denpasar dan Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Denpasar Selatan sebelum pelaksanaan Konkercab PGRI Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2023 di SMPN 9 Denpasar, Senin (30/10/2023). Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Denpasar Selatan, melaksanakan Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) Tahun 2023 di SMPN 9 Denpasar, Senin (30/10/2023). Konkercab PGRI Denpasar Selatan masa bakti XXII dengan masa jabatan tahun 2020-2024 ini, dilaksanakan dengan tema “Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan: Indonesia Kuat, Indonesia Maju’.

Ketua Panitia Konkercab PGRI Denpasar Selatan, I Made Yadnya Tresna Putra, S.Pd., M.Pd., melaporkan, Konkercab ini adalah forum mesimakrama (silaturahmi) dan sekaligus melaksanakan konstitusi organisasi sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART PGRI.

Read More

Konkercab diikuti 53 peserta terdiri dari utusan ranting 24 orang, pengurus PGRI Cabang 18 orang, Dewan Pembina Cabang 1 orang, utusan Pengurus PGRI Kota 3 orang, Dewan Kehormatan Guru Indonesia 1 orang, dan utusan Ketua Cabang 4 orang. Konkercab juga diikuti unsur peninjau masing-masing 1 orang dari utusan Pengurus IGTKI Denpasar Selatan dan Ketua K3S Denpasar Selatan. 

Dalam Konkercab ini disampaikan laporan pelaksanaan program kerja, pendapatan dan belanja organisasi cabang tahun 2022. Penetapan program kerja, anggaran pendapatan dan belanja organisasi, dan kebijakan organisasi tahun berjalan. Juga pembahasan dan penetapan rencana anggaran pendapatan dan belanja organisasi PGRI Cabang untuk tahun mendatang. 

Ketua PGRI Cabang Denpasar Selatan, Dra. Ni Wayan Raiyani, M.Pd., mengatakan, Konkercab PGRI Denpasar Selatan ini sangat istimewa karena dihadiri Ketua PGRI Kota Denpasar beserta jajaran, Ketua PGRI Cabang, Ketua IGTKI, dan Ketua K3S Denpasar Selatan serta seluruh anggota PGRI di Cabang Denpasar Selatan. Karenanya, Konkercab ini dikemas dalam bentuk sosialisasi perjuangan PGRI kepada anggota PGRI, khususnya di Kecamatan Denpasar Selatan. 

Banyak program sudah dilaksanakan, mulai dari sosialisasi kegiatan pengembangan diri untuk guru, kegiatan suka-duka, berpartisipasi serangkaian HUT PGRI tahun 2022 yang mana PGRI Denpasar Selatan meraih juara 1 dalam ajang Pameran Kreativitas dan Inovasi Guru serta Siswa. Selain itu, memfasilitasi anggota dalam pencetakan kartu PGRI. Dimana hingga saat ini sudah 698 kartu sudah difasilitasi pengurus.

Paling berkesan, dipercaya oleh Pengurus Besar (PB) PGRI dan Education International mewakili Kota Denpasar menyelenggarakan Program Mandatori Workshop LBG (Lingkar Belajar Guru). Sebagaimana tujuan dari Workshop Mandatori PGRI LBG ini diharapkan memaksimalkan program pengembangan untuk pengurus dan anggota di tataran akar rumput seperti di tingkat cabang maupun ranting. Muaranya menghasilkan output yang bisa menjadi aspirasi kepengurusan PGRI cabang, kabupaten/kota, provinsi dan PB untuk dijadikan bahan masukan untuk perbaikan keorganisasian.

Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Ketut Suarya, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Konkercab PGRI Denpasar Selatan. Ia mengatakan, agenda utama Konkercab adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus tahun 2022 dan penetapan program kerja pengurus tahun 2023.

Ketut Suarya mengungkapkan, mimpi PGRI semenjak kelahirannya adalah mempertahankan NKRI, memajukan pendidikan, memuliakan guru, dan menolong kesulitan guru. Mimpi yang sangat luar biasa ini harus menjadi mindset bagi warga PGRI dan Pengurus khususnya. “Jangan ber-PGRI kalau tidak ingin mempertahankan NKRI, jangan ber-PGRI kalau tidak ingin memajukan pendidikan, jangan ber-PGRI kalau tidak ingin memuliakan guru, dan jangan ber-PGRI kalau tidak ingin menolong kesulitan guru,” lugasnya.

Ia berharap dari Konkercab ini akan dapat menghasilkan sinergitas dan keselarasan program kerja PGRI dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan pemerintah daerah sebagai acuan dan evaluasi organisasi. Disamping itu juga dapat menghasilkan berbagai keputusan yang bermanfaat bagi peningkatan kinerja PGRI, khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.