KARANGASEM – Bangunan SMPN 3 Bebandem di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem yang terletak di ujung jurang bekas galian C, nyaris longsor. Sebagian bangunan, tepatnya di padmasana, amblas ditelan longsoran. Beberapa bangunan lain seperti ruang kelas dan WC tidak dapat difungsikan.
Pantauan Senin (12/12/2022), kondisi bangunan sekolah makin mengkhawatirkan akibat ada retakan baru yang muncul dari timur ke barat. Retakan menjalar dari ruang gedung kesenian hingga ke samping ruang kelas 8C. Hal tersebut menambah kekhawatiran para guru atas keselamatan anak didiknya, karena bisa saja sewaktu-waktu sekolah amblas jatuh ke bawah jurang.
Ida Wayan Gotama Adi Putra, guru sekaligus Waka Kesiswaan SMPN 3 Bebandem, menyebutkan retakan baru diketahui pada Jumat (9/12) lalu. Ruang kelas 8C terpaksa dikosongkan.
Sebelumnya beberapa ruangan sudah dikosongkan, seperti Lab IPA, Lab komputer, beberapa ruang kelas, kantin dan WC. “Ini siswa kita tidak punya WC, kegiatan belajar mengajar pun kami ungsikan ke lapangan bawah,” jelasnya.
Jumlah siswa di sekolah ini sebanyak 325 orang, dan terbagi menjadi 12 rombel atau kelas. Dengan jumlah sebanyak itu, tentu ruang kelas yang masih bisa digunakan belajar menjadi berkurang.
Untuk mengamankan agar siswa tidak menjelajah ke tempat-tempat rawan di sekolah, selain ada tali pembatas dan garis polisi, para guru juga berinisiatif menanam pohon gamal di tepi senderan yang longsor.
Gotama berharap ada penanganan lebih awal, supaya proses belajar mengajar lebih tenang. “Kita tidak tahu kondisi cuaca yang seperti ini, kami minta agar ada penanganan lebih awal. Kalau memang belum bisa secara total, kami mohon agar bagaimana supaya aliran air yang menuju sekolah, senderan di timur itu dialihkan ke tempat lain, sehingga ruang-ruang bisa difungsikan,” harapnya.
“Kemudian kalau bisa ada pengontrolan lebih ketat untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya, sejauh mana keparahannya, apakah betul ruang ini memang tidak bisa difungsikan lagi? Semester dua sudah dekat, bulan Januari 2023,” sambungnya.
Kembali dari pantauan, di sebelah timur sekolah, di badan Sungai Bah Api, ada eskavator yang menggali tanah untuk membuat jalan air. Ini untuk antisipasi erosi makin parah jika terjadi hujan deras kembali, sehingga meminimalisir risiko SMPN 3 Bebandem longsor. nad
























