Sehari, Bali Tambah 9 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia

  • Whatsapp

DENPASAR – Angka kematian akibat covid-19 di Bali terus bertambah setiap harinya. Terkini dalam sehari Selasa (30/3/2021), sebanyak 9 pasien covid-19 dinyatakan meninggal dunia yang tersebar di empat kabupaten/kota.

Dari data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Senin (29/3/2021), 9 pasien yang tutup usia, 5 orang diantaranya merupakan warga Denpasar, kemudian Kabupaten Badung 2 orang, Buleleng 1 orang dan Bangli 1 orang.

Bacaan Lainnya

Secara kumulaif sampai saat ini, jumlah korban jiwa akibat covid-19 di Bali sebanyak 1.132 Orang (2,86%) dengan rincian 1.128 WNI dan 4 WNA. Sementara pasien dalam perawatan (kasus aktif) berjumlah 1.570 orang (3,96%), dimana 1.551 merupakan WNI dan 19 WNA.

Di hari yang sama, Satgas juga mencatat tambahan kasus terkonfirmasi positif baru sebanyak 169 orang (151 orang melalui Transmisi Lokal dan 18 PPDN) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota, dimana Denpasar kembali menjadi penyumbang terbanyak 49 orang. Disusul Kabupaten Badung 40 orang dan Buleleng 20 orang.

Sedangkan pasien sembuh berjumlah 160 orang yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Denpasar mencatatkan jumlah terbanyak 52 orang, disusul Badung 42 orang dan Kabupaten Buleleng 23 orang.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Desa Adat Tutup 40 Akses Masuk ke Pantai Kuta

Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali selama pandemi kini berjumlah 39.636 orang (39.543 WNI dan 93 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 36.934 orang (93,18%) sudah sembuh dengan rincian 36.864 merupakan WNI 70 WNA.

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubenur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.