Sebelum Mulai PTM, Sekolah Wajib Penuhi Daftar Periksa

  • Whatsapp
KEPALA SMP PGRI 3 Denpasar, I Made Suada, saat sosialisasi terkait pembukaan PTM terbatas pada orang tua/ wali siswa secara daring. Foto: tra
KEPALA SMP PGRI 3 Denpasar, I Made Suada, saat sosialisasi terkait pembukaan PTM terbatas pada orang tua/ wali siswa secara daring. Foto: tra

DENPASAR – Pemkot Denpasar memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada 1 Oktober 2021 mendatang. Sebelum memulai PTM terbatas, seluruh satuan pendidikan mulai dari TK/PAUD hingga SMP/MTs, wajib mengisi daftar periksa terkait kesiapan pelaksanaan PTM terbatas.

‘’Hari ini kita mulai detailkan dengan semua jenjang satuan pendidikan,’’ tulis Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, saat dikonfirmasi via WhatsApp terkait kesiapan persekolahan di Denpasar membuka PTM terbatas, Selasa (28/9/2021).

Bacaan Lainnya

Daftar periksa yang wajib diisi satuan pendidikan tidak hanya menjawab pertanyaan terkait kesiapan membuka PTM terbatas, juga wajib mengunggah berkas dari setiap pertanyaan yang diajukan melalui google form tersebut. Setidaknya ada 13 pertanyaan yang diajukan, mulai dari vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan hingga apakah sekolah sudah ada jalur keluar-masuk anak yang memastikan anak tidak berkerumun.

Ditanya bagaimana jika sekolah hanya memiliki satu pintu gerbang, Eddy Mulya menjawab yang penting pola entry out siswa diatur agar tidak berkerumun. Pun ketika ditanya jika ada 1 atau 2 persyaratan yang belum dipenuhi satuan pendidikan apakah bisa menyelenggarakan PTM terbatas atau dievaluasi lagi? ‘’Kita akan lakukan pendampingan sehingga secara administrasi dan operasional sekolah siap,’’ jawab Eddy Mulya.

Baca juga :  Minta Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Bendera, Pengurus PDIP Gianyar Datangi Polres Gianyar

Di sisi lain, sejumlah sekolah di Denpasar sudah melakukan sosialisasi pelaksanaan PTM terbatas. SMP PGRI 3 Denpasar menjadi salah satu sekolah yang bersiap menggelar PTM terbatas. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari menyiapkan sarana dan prasarana, menyiapkan berkas administrasi yang diwajibkan, hingga sosialisasi kepada seluruh warga sekolah terutama orang tua/ wali siswa.

Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas utama dalam penyelengaraan pendidikan di masa pandemi yang ditegaskan SMP PGRI 3 Denpasar pada sosialisasi yang digelar secara daring. Oleh karenanya, pembukaan sekolah di SMP PGRI 3 Denpasar rencananya dilakukan secara bertahap selama 5 bulan. “Kami tidak ingin tergesa-gesa dan tetap berhati-hati demi keselamatan semua warga sekolah,” ujar Rama Gerald Jade, Koordinator Tim Pemajuan SMP PGRI 3 Denpasar.

Rencananya, PTM terbatas di sekolah yang beralamat di Jalan Gunung Agung Gang V No. 17, akan digelar pada 1 Oktober 2021 mulai dari siswa kelas VII. Walaupun pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka, pembelajaran jarak jauh (PJJ) via daring melalui zoom meeting tetap dilaksanakan untuk memfasilitasi siswa yang tidak dapat mengikuti PTM dikarenakan seperti tidak memenuhi persyaratan. PJJ juga tetap dilaksanakan untuk mengakomodir siswa yang belum diizinkan orang tuanya mengikuti PTM terbatas.

Struktur kurikulum dipastikan seluruhnya akan diajarkan kepada para siswa. Hanya saja beban kurikulum akan dikurangi mengingat durasi pembelajaran tatap muka yang terbatas. “Kami akan maksimalkan sebaik mungkin pelayanan pendidikan, baik itu secara daring maupun luring,” lugas Waka Kurikulum, Ni Made Chandra Widayanti, S.Pd.

Baca juga :  Bupati Gianyar Serahkan Rp1,45 Miliar Bantuan Bencana di Lima Pura

Selain mekanisme pembukaan sekolah, sederet protokol kesehatan mulai dari kedatangan hingga kepulangan yang wajib diikuti oleh seluruh guru dan siswa serta pengunjung sekolah disampaikan pada sosilisasi Jumat (23/9/2021). Menurut I Made Wendi Karnata, S.Pd., selaku Waka Kesiswaan, rinci dan kompeleksnya protokol kesehatan yang diterapkan merupakan upaya sekolah dalam mencegah penularan virus ditambah lagi melihat banyaknya sekolah yang diberitakan menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Dr. I Made Suada, MM, M.Si., mengimbau seluruh waga sekolah terutamanya siswa dan orang tua untuk menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Dirinya juga menyampaikan kerinduan akan pembelajaran secara tatap muka yang ditiadakan selama hampir 1 tahun 7 bulan. Dalam kurun waktu yang cepat, SMP PGRI 3 Denpasar akan segera merampungkan berkas administrasi yang diisyaratkan Dinas Pendidikan Kota Denpasar untuk dapat menggelar PTM, terutamanya surat izin orang tua dan rekomendasi Satgas Covid-19 Kota Denpasar. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.