Pencurian-Penggelapan Marak di Gianyar Tiga Bulan Terakhir

  • Whatsapp
POLRES Gianyar merilis pengungkapan sejumlah kasus dalam tiga bulan terakhir. Foto: adi
POLRES Gianyar merilis pengungkapan sejumlah kasus dalam tiga bulan terakhir. Foto: adi

GIANYAR – Dalam tiga bulan terakhir, tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan penggelapan marak terjadi di Gianyar. Hal itu disampaikan Kapolres Gianyar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana, Selasa (28/9/2021) di Polres Gianyar.

Dia berujar selama menjabat di Gianyar, kasus-kasus yang dilaporkan bisa terungkap. “Secara umum selama tiga bulan saya menjabat, astungkara kasus yang dilaporkan bisa kami ungkap. Secara sigap dan tanggap kami tindaklanjuti, baik Reskrim Polres maupun polsek,” sebutnya.

Bacaan Lainnya

Kasus-kasus yang diungkap Polres Gianyar beserta polsek jajarannya selama tiga bulan terakhir, yakni terkuaknya penggelapan dan pemalsuan surat oleh Satreskrim Polres Gianyar pada 8 September; kasus penipuan atau penggelapan dan pemalsuan surat di Polsek Sukawati, kasus pemalsuan surat di Polsek Sukawati tanggal 13 September, kasus curat di Polsek Sukawati, dua kasus curat di Polsek Ubud. Dari seluruh kasus tersebut, ada 12 tersangka yang kini mendekam di balik jeruji besi.

Kasus yang paling banyak diungkap, kasus curat serta penggelapan kendaraan. Selain dilatarbelakangi masalah keuangan, pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu faktor penyebabnya. “Paling banyak memang karena masalah keuangan, kalau dampak pandemi bisa jadi, tapi memang karena karakter pelakunya seperti itu. Hampir semua pihak merasakan dampak pandemi, tapi tidak semua melakukan perbuatan seperti itu,” ulasnya.

Baca juga :  Sidangkan Penjual Arak, Hakim Bayarkan Denda Lima Terdakwa

Untuk mengantisipasi kriminalitas, Kapolres berujar meningkatkan kegiatan rutin, serta patroli gabungan bersama polsek jajaran pada malam hari. Jika ada yang mencurigakan akan digeledah. Polres juga bersinergi dengan banjar dan desa adat bersama pecalang yang sangat aktif membantu pengamanan.

Dalam mengantisipasi kasus serupa kembali marak, Kapolres mengajak masyarakat lebih waspada. Dan, masyarakat juga diharap aktif melapor jika ada seseorang yang mencurigakan di wilayahnya. Dia menilai selama ini peran masyarakat sangat bagus dan aktif dalam ikut serta mengamankan wilayah.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih aktif bekerja sama dengan TNI/Polri supaya pemberantasan kejahatan lebih maksimal. Bila mengetahui atau melihat, mencurigai sesuatu, silakan laporkan,” pesannya. 

Di antara para tersangka terdapat Dewa Aris Mahendra (22) asal Sawan, Buleleng; dan istrinya, Maros Dwi Wilamsari, juga dua orang lainnya, I Wayan Yanta (39) dan Agus Aryanto. Mereka diringkus karena menggelapkan kendaraan sewaan beberapa kali.

Modus operasinya, mereka memasukkan STNK, lalu kendaraan tersebut digadaikan. Aksi tersebut diawali Dewa Aris dan istrinya menyewa kendaraan kepada para korban, lalu memesan STNK palsu sesuai nomor kendaraan yang dipesan kepada Yanta dan Agus, kemudian digadaikan kepada orang lain. Dari kejahatan terakhir yang dilakukan sebelum ditangkap, mereka berhasil mendapat uang Rp135 juta. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.