SE Gubernur Koster Terkait Tenun Endek Diapreasi

  • Whatsapp
Ida Ayu Ratih Herawati. Foto: ist
Ida Ayu Ratih Herawati. Foto: ist

DENPASAR – Pascaditerbitkan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, kain tenun endek Bali kini menjadi trending topik di Pulau Dewata. Tenun endek Bali booming dan viral di media sosial.

Tentu dampak dari itu, perajin tenun endek Bali bisa kecipratan rezeki. Yang paling pasti, produk mereka kini mendapatkan promosi secara gratis. Bahkan diprediksi, mereka bakal kebanjiran pesanan. Karena dalam SE itu, pegawai instansi pemerintahan pusat, daerah, dan lembaga lain yang ada di Bali, setiap Selasa bakal mengenakan busana kerja endek.

Bacaan Lainnya

Apresiasi pun muncul dari seorang seorang pecinta busana Bali, Ida Ayu Ratih Herawati. Perempuan berparas ayu ini menilai, kebijakan ini akan meningkatkan perekonomian para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Bali, yang sedang terpuruk akibat dampak pandemi Covid-19 ini. ‘’Dari informasi yang saya baca, kebijakan ini berlaku mulai Selasa, 23 Februari 2021 mendatang,” ujar perempuan yang akrab disapa Dayu Ratih ini, Rabu (17/2/2021).

Menurutnya, kebijakan ini juga bakal menjadi salah satu upaya dalam pelestarian produk kreatif budaya lokal Bali, berupa kain endek atau kain tradisional Bali ini. Apalagi kain endek ini sudah resmi digunakan Christian Dior untuk koleksi busana musim semi dan musim panas. ‘’Sebelum mereka memakai untuk koleksi busananya, maka kita dulu yang pakai. Ini juga sebagai partisipasi dalam upaya ikut melestarikan kain tenun endek ini,’’ jelasnya.

Baca juga :  Walikota Rai Mantra Panen Perdana Bawang Merah Super Philip di Sidakarya

Dayu Ratih yang juga Wakil Sekretaris KONI Bali ini tak menampik bahwa kain endek asli Bali, dari segi harga sangat relatif. Namun, itu bergantung dari bahan yang digunakan. Jika kain berbahan dasar sutra, tentunya harganya mahal.

Kendatipun demikian, lanjut dia, terdapat beberapa cara untuk menyiasati agar mampu menekan harga endek yang relatif mahal. “Tentunya ini bisa disiasati, yaitu dengan mengkombinasikan dengan kain lainnya. Sedangkan kain tenun endek yang asli ini akan menjadi pemanis,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, perempuan yang juga seorang pengusaha ini pun berbagi tips cara merawat serta menjaga agar busana endek tetap awet, khususnya dari segi warna  “Memang kalau endek asli itu akan bertahan lama. Akan tetapi, untuk merawat agar warna tidak cepat pudar, maka cara mencuci harus diperhatikan, yakni jangan pakai deterjen. Itu akan cepat melunturkan warna. Sebaiknya gunakan shampo atau sabun cuci yang bebas deterjen. Bahan ini juga sudah banyak dijual,” ungkapnya.

Untuk diketahui, dari catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, jumlah perajin endek di seluruh Bali terdapat sebanyak 54 perajin. Terbanyak terdapat di Kabupaten Klungkung yaitu sejumlah 14 perajin, kemudian disusul Gianyar 10 perajin, Jembrana 9, Karangasem 8, Badung 4, Denpasar 3, Buleleng 2, Bangli dan Tabanan masing-masing satu perajin. Dengan kebijakan ini, maka para perajin ini bakal kecipratan rezeki. Karena, Gubernur Koster menyebutkan, total ASN dan juga pegawai kontrak saja mencapai 20 ribu orang. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.