POSMERDEKA.COM, BULELENG – Ketua Bawaslu Buleleng, Kadek Carna Wirata, mengklaim hingga saat ini tugas dan pengawasan terhadap tahapan Pemilu 2023 masih berjalan seperti biasa. Hengkangnya komisioner Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan, Ni Wayan Sariani, yang resmi mundur dari jabatannya, disebut tidak berpengaruh. Meski tugas yang seharusnya diemban Sariani harus dikerjakan bersama-sama komisioner lain, Carna mengaku pekerjaan masih terlaksana dengan baik.
“Untuk saat ini masih tidak terganggu. Tugas masih diambil alih komisioner lainnya, jadi beban tanggung jawab masih dibebankan ke kami. Seharusnya ada yang membidangi, tapi hingga saat ini masih bisa dilakukan,” kata Carna, Jumat (6/10/2023).
Hingga saat ini, ungkapnya, belum pasti kapan akan ada pengganti Sariani. Namun, dia mengaku selalu melakukan koordinasi dengan Bawaslu Bali terkait Pengganti Antar-Waktu (PAW). Carna juga menyebut hasil klarifikasi Sariani diserahkan ke Bawaslu RI, dan saat ini sedang menunggu keputusan selanjutnya.
“Tidak ada usulan untuk mempercepat proses penggantian komisioner, karena hal ini merupakan kewenangan Bawaslu Pusat. Tapi kami berharap PAW bisa segera, karena menjelang tahapan Pemilu yang akan padat,” imbuh Carna.
Untuk memilih pengganti komisioner yang mengundurkan diri, dia berujar tidak akan ada proses seleksi lagi. Pengganti Sariani akan dipilih dari 10 terbaik yang mengikuti seleksi sebelumnya. Mereka kemudian akan dilakukan klarifikasi untuk memastikan salah satu dari mereka memenuhi syarat atau tidak.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ni Wayan Sariani resmi mundur dari jabatannya setelah penyampaian klarifikasi langsung ke Bawaslu Bali. Dalam proses klarifikasi surat pengunduran diri, Sariani sempat tidak hadir dua kali. Namun, pada pemanggilan yang ketiga, dia hadir dan menyampaikan dengan tegas alasan mundur lantaran ingin fokus merawat ibunya yang sakit. Sariani mengajukan surat mengundurkan diri pada 2 September lalu, meski baru dilantik pada 19 Agustus 2023. edy























