Satpol PP Buleleng Siap Amankan Nataru

  • Whatsapp
KEPALA Satpol PP Buleleng, Putu Artawan. Foto: rik
KEPALA Satpol PP Buleleng, Putu Artawan. Foto: rik

BULELENG – Keberadaan Pos Pengamanan (Pos Pam) yang dibentuk oleh tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng kini mulai beroperasi sejak 21 Desember 2020. Satpol PP Buleleng pun siap melakukan pengamanan pada perayaan hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Kepala Satpol PP Buleleng, Putu Artawan, mengatakan, ada tiga titik Pos Pam yang didirikan. Titik pertama ada di Kawasan Eks Pelabuhan Buleleng, kedua di Taman Yowana Asri Kelurahan Banyuasri, dan titik ketiga di Taman Kota Singaraja. Total anggota Satpol PP Buleleng diterjunkan dalam pengamanan ini sebanyak 57 orang.

Bacaan Lainnya

Artawan bilang keberadaan anggota Satpol PP di Pos Pam tersebut hanya bertugas untuk memantau masyarakat terkait dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) di sekitar Pos Pam. Jika masyarakat sama sekali ditemukan tidak memakai masker akan langsung diberikan tindakan tegas. “Tindakan tegas ini kami lakukan sesuai dengan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 41 Tahun 2020. Untuk kerumunan orang yang terjadi di sekitar Pos Pam juga tetap diurai,” kata Artawan, Rabu (23/12/2020).

Anggota yang ditugaskan di setiap pos, kata dia, sebanyak sembilan orang yang dibagi menjadi dua sif. Per sif ditentukan selama 12 jam sehingga penjagaan dilakukan selama 24 jam penuh. “Total yang ditugaskan melakukan penjagaan di Pos Pam ada 27 orang,” sebutnya.

Baca juga :  Tiga Kendaraan Tabrakan Beruntun di Selabih, Ini Kronologinya

Lebih jauh diutarakan, anggota Satpol PP juga disebar dalam pengamanan pedagang musiman termasuk pedagang menggunakan fasilitas umum. “Dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tertera kebijakan hal-hal itu. Kami jalankan sesuai poin-poin itu,” lugasnya.

Sementara untuk pengawasan di titik keramaian, pihaknya melakukan penebalan jumlah personel. Sebut dia, terdapat 30 anggota ditugaskan melakukan pengawasan. Kemudian tim yustisi terhadap jalan sebanyak 12 orang, dibagi menjadi dua shift yakni pagi dan sore. “Pengawasan secara maksimal meski anggota terbatas,” ujar Artawan.

Sejak penerapan Perbup Bupati Buleleng No. 41 Tahun 2020 hingga saat ini, kata dia, anggota Satpol PP besama dengan gabungan TNI dan Polri, telah melakukan tindakan tegas berupa sanksi denda sebanyak 465 orang pelanggar dan pembinaan sebanyak 1.374 orang. “Kami melihat nilai kemanusiaan dalam melakukan tindakan tegas ini. Misalnya dari segi umur, fisik itu diberikan pembinaan sosial yang berbeda. Kalau sudah lingsir (tua-red) ada juga kebijakan-kebijakan tertentu,” pungkasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.