Sanjaya Yakinkan Vaksin Sinovac Aman

WAKIL Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengikuti tahap verifikasi dan registrasi sebelum divaksin sinovac, dosis 0,5 mm single dose, di BRSU Tabanan, Rabu (27/1/2021). Foto: ist
WAKIL Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya (kanan) mengikuti tahap verifikasi dan registrasi sebelum divaksin sinovac, dosis 0,5 mm single dose, di BRSU Tabanan, Rabu (27/1/2021). Foto: ist

TABANAN – Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama Muspida Tabanan divaksin sinovac, dosis 0,5 mm single dose, di BRSU Tabanan. Kegiatan tersebut serangkaian peluncuran vaksin Covid-19 di Tabanan, Rabu (27/1/2021).

Tampak pula Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Toni Sri Hartanto; Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, Wakapolres Tabanan, Sekda Tabanan, Kadiskes Tabanan, Direktur BRSU Tabanan, dan Ketua IDI Tabanan. Begitu juga beberapa pemangku kepentingan di Tabanan, juga turut divaksin dengan dosis yang sama.

Read More

Usai divaksin, Sanjaya juga Bupati Tabanan terpilih itu, mengaku tidak ada persiapan khusus sebelum divaksin. “Saya tidak ada persiapan apa-apa, karena saya setiap satu bulan hingga tiga bulan sekali rutin cek kesehatan. Jadi, saya bisa tahu dengan keadaan saya. Saya optimis saja mengikuti kegiatan ini,” ungkap Sanjaya, saat diwawancarai awak media.

Meskipun sudah uji klinis dengan keakuratan sekitar 60 persen atau lebih, Sanjaya meyakini jika vaksin sinovac ini tidak memiliki efek samping yang berarti, dan aman bagi kesehatan. “Saya berharap, vaksin ini jadi salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid,” tegasnya.

Dia pun berharap agar seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Tabanan, bisa sesegera mungkin mendapatkan vaksin. “Kami di pemerintahan daerah juga sudah bekerja keras, baik gubernur, para pupati/walikota, semua bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat untuk mengupayakan agar pandemi ini segera berakhir,” ujarnya.

Kepada seluruh elemen masyarakat, pun agar mematuhi anjuran pemerintah, dan secara disiplin menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ada tiga klaster yang sangat dominan memengaruhi penyebaran Covid-19 ini hingga jadi tinggi. Klaster yang pertama adalah upacara adat, kemudian keluarga, dan di perkantoran,” ujarnya.

Sanjaya pun menegaskan, jika tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat, maka sangat mustahil pemerintah daerah bisa menyelesaikan permasalahan ini. “Seluruh elemen masyarakat maupun teman-teman media agar selalu menggaungkan sosialisasi 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Ini sangat penting, karena setiap orang memiliki potensi yang sama terpapar Covid-19,” tandasnya. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.