Sampah Ditukar Beras, Pokdarwis Selaraskan Kebersihan Desa dengan Pariwisata

KELOMPOK Sadar Wisata (Pokdarwis) Nadhi Utama Desa Ababi menggelar kegiatan tukar sampah plastik atau segala jenis sampah nonorganik dengan beras, di Objek Wisata Maha Gangga Valley, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem. Foto: nad
KELOMPOK Sadar Wisata (Pokdarwis) Nadhi Utama Desa Ababi menggelar kegiatan tukar sampah plastik atau segala jenis sampah nonorganik dengan beras, di Objek Wisata Maha Gangga Valley, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem. Foto: nad

KARANGASEM – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nadhi Utama Desa Ababi menggelar kegiatan tukar sampah plastik atau segala jenis sampah nonorganik dengan beras, di Objek Wisata Maha Gangga Valley, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Sabtu (22/5/2021) dan Minggu (23/5/2021). Kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Desa Adat dengan Desa Dinas Ababi. Antusias warga terlihat tinggi, dengan sampah yang dikumpulkan mencapai lebih dari satu ton. 

“Tiga kilogram sampah plastik kami tukar dengan satu kilogram beras. Kalau kemarin kami hanya dapat mengumpulkan 256 kilogram sampah, hari ini sudah mencapai satu ton lebih,” ungkap Kadek Adiyasa selaku Ketua Pokdarwis Nadhi Utama, Minggu (23/5/2021).

Read More

Menurut Adiyasa, sampah itu diserahkan kepada salah satu komunitas peduli lingkungan dari Kabupaten Gianyar yakni The Plastik Exchange yang digandeng Maha Gangga Valley, untuk membantu mengolah sampah kembali. Beras yang disiapkan bersumber dari para donatur dan partisipan seperti komunitas peduli sosial, Eastribution, dan komunitas peduli lingkungan lainnya. 

Kegiatan yang disinkronkan dengan sosialisasi bebas sampah plastik ini, dihadiri Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Karangasem, Nyoman Merta Tenaya, JPDewi (Jaringan Pengembangan Desa Wisata), Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Camat Abang, serta perangkat Desa Ababi.

Merta Tanaya memotivasi masyarakat untuk membebaskan kawasan permukiman, perumahan, dan semua fasilitas pembangunan dari kekumuhan. “Sesuai dengan visi Disperkim, tupoksi kami adalah berkewenangan membina kelompok swadaya masyarakat dalam pengentasan kekumuhan permukiman, termasuk yang disebabkan oleh sampah. Ini makanya kami diundang untuk memotivasi masyarakat,” ungkapnya.

Instansinya juga berencana membuat workshop untuk menyiapkan SDM dalam pengolahan sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna atau bernilai ekonomis. Misalnya pembuatan paving block dari sampah plastik. 

Wakil Ketua JPDewi, I Gede Suparta, melayangkan apresiasi tinggi terhadap kegiatan Plastic Exchange, dan berharap dapat dicontoh masyarakat lainnya. Salah satu syarat menuju Desa Ababi menjadi desa wisata yakni terkait kebersihan lingkungan terhadap sampah plastik. Kata dia, wisatawan sangat tidak suka melihat sampah apalagi plastik. “Mudah-mudahan ini berjalan berkelanjutan,” pesannya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.