Sambut 2021, DTW Tanah Lot Gelar “Happy Hours”

AKHIR tahun di tengah pandemi Covid-19, DTW Tanah Lot, Tabanan mengadakan promosi wisata termasuk pelayanan kepada dalam sajian happy hours. foto: ist

TABANAN – Pandemi Covid-19 bukan jadi penghalang bagi DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali untuk tetap melakukan promosi wisata termasuk dalam memberikan pelayanan kepada pelaku wisata seperti sopir travel dan pemandu wisata. Layanan bertajuk happy hours itu digelar selama tiga hari mulai Rabu (30/12/2020).

Berbeda dengan kegiatan open house atau gelar griya yang dilaksanakan pada acara tutup tahun, dengan skala lebih besar dan juga mengundang sejumlah pejabat, maka happy hours dengan jumlah orang terbatas dan tanpa tempat duduk.

Read More

“Tamu yang datang kami berikan suvenir dan minuman atau kue kering, namun tidak ada acara duduk ataupun berkerumun,” ujar Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana.

Happy hours diadakan sebagai acara promosi rutin yang dulu biasanya diselenggarakan pada akhir tahun sampai dengan hari pertama pada tahun baru. Cuma kali ini dengan skala kecil karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Kali ini juga tidak ada hiburan joged bumbung di area tersebut. Happy hours dilaksanakan selama tiga hari sampai dengan 1 Januari 2021. Acara tersebut dibuka mulai pukul 09.00 Wita sampai dengan pukul 17.00 Wita.

“Kalau open house biasanya kami laksanakan di area parkir depan kantor DTW, namun dalam happy hours kami bagi dua, yakni sebagian didekat area parkir depan kantor DTW dan sebagian lainnya di wantilan yang di bawah. Jadi, happy hours seperti itu teknisnya,” ujarnya.

Sejak pandemi Covid-19, Toya mengakui tingkat kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot menurun drastis, khususnya wisatawan domestik. Rata-rata 2.000 orang per hari. Namun, sehari sebelumnya sempat
mencatat 3.114 wisatawan yang berkunjung. “Kalau hari ini (kemarin, red) sampai dengan pukul 12.00, terdata 1.360 pengunjung. Mereka adalah wisatawan domestik,” tukasnya.

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan, namun juga terhadap kios-kios suvenr, restoran, dan juga warung-warung di dekat area parkir. Sampai saat ini belum banyak yang buka, dan sebagian yang sudah kembali buka pun membatasi jam operasional mereka dalam berdagang. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.