Rumpil Inges Diresmikan, Mataram Barat Contoh Pengelolaan Sampah Terpadu

  • Whatsapp
ASISTEN II Setda Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah; bersama Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, serta sejumlah pejabat Pemkot Mataram saat meresmikan Rumpil Inges di Kelurahan Mataram Barat. Foto: rul
ASISTEN II Setda Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah; bersama Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, serta sejumlah pejabat Pemkot Mataram saat meresmikan Rumpil Inges di Kelurahan Mataram Barat. Foto: rul

MATARAM – Rumah Pemilahan dan Pengolahan Sampah (Rumpil Inges) di Lingkungan Karang Medain, Kelurahan Mataram Barat, diresmikan bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Peresmian Rumpil Inges dihadiri Asisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah; Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi, serta sejumlah pejabat Pemkot Mataram.

Ridwan Syah menyampaikan apresiasi untuk kinerja Kelurahan Mataram Barat yang sudah menginisiasi Rumpil Inges. ‘’Model pengelolaan sampah terpadu yang partisipatif seperti ini sangat bagus dan bisa menjadi contoh baik bagi yang lainnya,’’ puji Ridwan Syah, Senin (22/2).

Bacaan Lainnya

Ridwan berkata, Pemprov NTB juga tengah mendorong program zero waste, dan akan berupaya mensupport kebutuhan Rumpil Inges ke depan. ‘’Apa-apa yang dibutuhkan Rumpil Inges ini,  Insya Allah Pemprov akan mensupport,’’ katanya.

Rumpil Inges merupakan akronim dari Rumah Pemilahan dan Pengolahan Sampah. Di bangun di lahan seluas 5,5 are di Lingkungan Karang Medain, Kelurahan Mataram Barat. Rumpil Inges menjadi pusat pengelolaan sampah terpadu.

Di sini sampah dikumpulkan dan dipilah organik dan anorganik. Dua jenis sampah kemudian diproses menjadi pupuk bagi sampah organik, dan menjadi barang kerajinan dan bahan daur ulang bagi sampah non organik.

Baca juga :  Pengurus DPD-DPC Demokrat NTB Ikrar Setia ke AHY

Inisiator Rumpil Inges yang juga Lurah Mataram Barat, Sri Sulistiowati, menjelaskan, Rumpil Inges merupakan program prioritas Kelurahan Mataram Barat, yang digagas sejak ia menjabat Lurah Mataram Barat,  Januari 2020 lalu. Program ini dimulai dengan program Informasi dalam Genggaman Masyarakat (Inges), sebuah progam berbasis aplikasi digital, yang diluncurkan Kelurahan Mataram Barat pada Februari 2020 lalu.

Aplikasi Inges diluncurkan tepat sebulan sebelum pandemi Covid-19 terasa di NTB, awal 2020. Dihajadkan untuk memudahkan pelayanan masyarakat secara daring, Inges hadir pada moment yang tepat. Sebab, pandemi harus mengurangi pertemuan langsung dan menganjurkan masyarakat lebih banyak diam di rumah saat itu.

‘’Dari aplikasi itu, pihak Kelurahan juga menjadi mudah memetakan masalah. Warga masyarakat di enam lingkungan yang ada bisa melaporkan masalah mereka. Termasuk soal sampah,’’ katanya.

Dengan Rumpil Inges ini, sampah organik dari sisa tanaman, rumput, batang dan ranting pohon, kayu atau semacamnya bisa diolah menjadi pupuk kompos menggunakan metode pelebur Mikro Organisme Lokal (MOL). Sementara sampah organik dari sisa makanan, akan diproses menjadi pupuk Takura.

Sedangkan sampah non organik, dipisahkan menjadi empat jenis. Sampah kertas, sampah botol atau kaca, sampah kemasan plastik, dan sampah botol plastik. ‘’Untuk organik kita proses menjadi pupuk. Sedangkan yang non organik, ada yang bisa dikumpulkan dan bernilai ekonomi dijual langsung, dan ada juga yang diproses menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis,’’ katanya.

Baca juga :  Pemakaian Masker Cegah Penyebaran Penyakit Menular, Ini Penjelasan Dirut RSBM

Sulis mengatakan, peresmian Rumpil Inges dilakukan bertepatan dengan HPSN tahun 2021 sebagai bentuk komitmen kelurahan dan warga masyarakat Mataram Barat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. ‘’Selama satu tahun menjabat Lurah, saya selalu turun dari rumah ke rumah. Saya juga merangkul tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membantu sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. Merubah pola pikir masyarakat memang tidak semudah membalik telapak tangan, kita harus turun dan melibatkan banyak pihak. Tidak bisa hanya memberikan konsep dari atas menara. Tapi alhamdulillah kerja keras ini mulai menampakan hasil dengan peresmian Rumpil Inges ini,’’ pungkas Sulis. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.