Pemkab Tabanan Adakan Rakor Evaluasi PPKM Mikro dan Pariwisata

  • Whatsapp
PEMKAB Tabanan menggelar Rakor Tindak Lanjut Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Pariwisata di Bali, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Tabanan, Senin (22/2/2021). Foto: gap
PEMKAB Tabanan menggelar Rakor Tindak Lanjut Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Pariwisata di Bali, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Tabanan, Senin (22/2/2021). Foto: gap

TABANAN – Pemkab Tabanan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tindak Lanjut Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Pariwisata di Bali, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Tabanan, Senin (22/2/2021). Rakor tersebut dipimpin Plh. Bupati Tabanan, I Gede Susila.

Rakor juga membahas evaluasi PPKM mikro pertama dan memasuki PPKM mikro kedua, serta langkah-langkah dan upaya antisipasi, yang akan dilaksanakan dalam rangka percepatan penanggulangan Covid-19 di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.

Bacaan Lainnya

Rakor tersebut juga dihadiri Dandim 1619/Tabanan, Letkol Inf. Toni Sri Hartanto; Kapolres Tabanan yang diwakili Kabag Ops. Kompol I Nengah Sudiarta, serta para asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, juga para Camat se-Kabupaten Tabanan. Rakor membahas evaluasi PPKM mikro pertama dan memasuki PPKM mikro kedua, serta langkah-langkah dan upaya antisipasi, yang akan dilaksanakan dalam rangka percepatan penanggulangan Covid-19 di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan.

Susila mengatakan, dalam penerapan PPKM, mulai dari I, II, dan PPKM mikro, serta saat ini memasuki PPKM mikro II, pemerintah berharap ada penurunan penyebaran Covid-19. ‘’Secara umum perkembangan Covid-19 dalam PPKM skala mikro ini belum terlalu signifikan mengalami penurunan,” ungkapnya.

Baca juga :  FH UNR Lepas 150 Calon Sarjana,Lulusan Harus Mampu Menciptakan Lapangan Kerja di Tengah Pandemi

Oleh karena itu, dia memandang perlu ada evaluasi untuk memaksimalkan tugas-tugas dan fungsi dari seluruh pihak terkait dalam penanganan Covid-19. Juga langkah-langkah dan upaya antisipatif yang lebih baik.

Sementara Kadiskes Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, berkata, Tabanan masih berstatus zona merah Covid-19. Sejak Januari 2021 mengalami peningkatan yang signifikan, sedangkan memasuki Februari ini mengalami penurunan saat penerapan PPKM. “Yang paling rendah pada Februari ini. Pernah ada sembilan kasus dalam sehari, yakni pada 14 Februari. Yang paling tinggi 38 kasus. Pada bulan Januari pernah 60 sampai 70 kasus dalam sehari,” ujar Suratmika.

Sebaran kasus di Tabanan, yang dirinci per kecamatan, paling tinggi di Kerambitan. Menyusul di Kediri dan Tabanan. “Secara keseluruhan, kesembuhan di Tabanan rata-rata 93 persen. Angka kematian tiga persen, dan angka yang sedang dirawat empat persen,” jelasnya.

Susila menimpali, dengan perkembangan yang cukup bagus tersebut, dia meyakini jika seluruh jajaran di Pemkab Tabanan bersama jajaran Forkopimda Tabanan menjalankan fungsi pokok dan bergerak terus tanpa henti untuk meminimalkan penyebaran Covid-19. Kepada seluruh jajaran terkait agar menjalankan tugas dengan baik, meningkatkan semangat gotong royong, dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi, mengingat PPKM mikro tahap kedua sudah dilaksanakan mulai 23 Februari 2021.

“Mudah-mudahan dalam seminggu ke depan sudah selesai. Kami berharap, vaksin akan segera dilaksanakan, kemudian Covid-19 pun segera turun hingga zona hijau,” pungas Susila. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.