POSMERDEKA.COM – Timnas bola basket putri Indonesia tidak ingin larut dalam euforia setelah mengalahkan Thailand 61-52 pada pertandingan Grup A Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Aichi International Arena, Kota Nagoya, Prefektur Aivhi, Jepang, Kamis (17/9/2026).
Forward Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma menyatakan laga kontra Thailand telah menjadi salah satu target yang dibangun tim sejak masa persiapan, karena itu para pemain berusaha tampil maksimal sejak awal pertandingan untuk membalas kekalahan di SEA Games 2025 Thailand.
“Jadi kami datang ke pertandingan dengan motivasi memberikan yang terbaik dan ini (melawan Thailand) adalah pertandingan pertama kami,” kata Pemain yang kerap disapa Ayu itu, seraya menambahkan timnya tidak ingin kehilangan fokus. Indonesia masih harus menghadapi China dalam laga selanjutnya, pada Senin (21/9).
Dia menilai tim perlu menjaga konsentrasi dan melakukan evaluasi. Baginya kemenangan atas Thailand hanya sebuah pijakan bagus untuk menghadapi tantangan berikutnya di multievent olahraga terbesar se-Asia itu.
Ayu mengapresiasi dukungan penyelenggara terhadap kebutuhan timnas selama berada di Nagoya. Selain itu dukungan masyarakat Indonesia yang hadir langsung turut memberikan pengalaman positif bagi para pemain.
Menurut Ayu, antusiasme penonton menjadi motivasi bagi tim untuk terus tampil maksimal. Dia berharap dukungan tersebut terus hadir sepanjang perjuangan Indonesia di Asian Games 2026.
Sebab, lawan berikutnya adalah China yang secara statistik jauh di atas Thailand maupun Indonesia. Sesuai pernyataan pelatih, tambah dia, laga itu dipastikan berlangsung lebih ketat dari sebelumnya.
Sementara itu, kemenangan tersebut menjadi modal positif bagi Indonesia dalam persaingan di Grup A Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Di grup tersebut, Indonesia tergabung bersama Thailand dan China.
Sukses Revans
Sementara, Pelatih Kepala Timnas bola basket putri Indonesia Gitautas Kievinas mengatakan bahwa timnya berhasil menuntaskan balas dendam alias revans melawan Thailand, dengan meraih kemenangan 61-52.
“Kami kalah dari mereka di SEA Games 2025 Thailand, jadi kemenangan ini menjadi pembalasan atas kekalahan tersebut, jadi sekarang skor kami menjadi 1-1,” ujar dia, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.
Menurut dia kemenangan kontra Thailand diraih dengan tidak mudah karena pertandingan berlangsung ketat dan lawan memberikan perlawanan kuat. Namun, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma dan kawan-kawan mampu mengendalikan jalannya pertandingan, meski Thailand terus memberikan tekanan sepanjang laga.
Kievinas menilai Thailand memiliki materi pemain dan kualitas kepelatihan yang bagus sehingga Indonesia harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir. Perbedaan sembilan poin pada akhir pertandingan mencerminkan perjuangan kedua tim yang berlangsung sengit.
Dia berharap para pemain dapat menjaga momentum setelah membuka kompetisi dengan hasil maksimal. Sebab, lawan berikutnya adalah China yang secara statistik jauh di atas Thailand maupun Indonesia. Laga pada Senin (21/9) itu dipastikan berlangsung lebih ketat dari sebelumnya. yes
























