POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Bali Kota Denpasar menggelar Workshop Analisis Capaian Pembelajaran (CP) hingga Penyusunan Bahan Ajar Efektif bagi guru bahasa Bali SD se-Kota Denpasar. Kegiatan berlangsung pada 14–17 September 2026 di SD Negeri 26 Dangin Puri, Denpasar.
Ketua KKG Bahasa Bali Kota Denpasar, I Wayan Sudiana, menjelaskan bahwa workshop ini digelar sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogis guru. Mengingat keterbatasan tempat, pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang: Gelombang I (14–15 September) untuk guru dari Kecamatan Denpasar Barat dan Denpasar Utara, serta Gelombang II (16–17 September) untuk Kecamatan Denpasar Timur dan Denpasar Selatan.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama. Turut hadir Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Denpasar dan Ketua K3S Kecamatan se-Kota Denpasar.
Dalam sambutannya, Kadisdikpora mengapresiasi inisiatif KKG Bahasa Bali dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian bahasa serta sastra Bali. Ia menyampaikan bahwa kepastian hukum keberadaan guru bahasa Bali telah diperkuat melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 7 Tahun 2026.
‘’Pemerintah terus memperjuangkan hak-hak guru bahasa Bali di Kota Denpasar. Saat ini banyak yang telah diangkat menjadi tenaga PPPK, dan ke depan kami akan melanjutkan perjuangan untuk pengadaan formasi CPNS bagi guru bahasa Bali di tingkat pendidikan dasar,’’ ujar Agung Wiratama.
Atas dukungan tersebut, I Wayan Sudiana menyampaikan terima kasih mendalam kepada Wali Kota Denpasar dan Kepala Disdikpora Kota Denpasar. Namun, ia berharap perhatian pemerintah terus berlanjut karena dari 174 guru bahasa Bali SD di Kota Denpasar, masih banyak yang berstatus honorer.
Selama empat hari pelatihan, para peserta dibekali empat materi esensial secara berkesinambungan oleh para narasumber kompeten. Kepala UPT BPTKK Disdikpora Provinsi Bali, Fajar Apriani, S.T., M.Pd., membawakan materi “Kebijakan Pengembangan Bahasa Bali dan Kearifan Lokal Bali dalam Pendidikan”. Dr. Ni Wayan Sariani, S.Pd., M.Hum., memaparkan materi “Penguatan Konsep CP, TP, dan ATP serta Penyusunan TP dan ATP”.
I Dewa Bagus Putu Edwin Pradipta, S.Pd., M.Pd., menyampaikan panduan “Pengembangan Materi Esensial” agar pembelajaran lebih fokus dan relevan dengan peserta didik. Dan, Drs. I Gde Nala Antara, M.Hum., menutup sesi dengan materi “Pengembangan Kerangka Buku serta Pengembangan Tema Kearifan Lokal Bali”.
Melalui pelatihan ini, para guru tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan modul dan bahan ajar yang kontekstual, kreatif, serta mengakar pada kearifan lokal. ‘’Menguatkan kompetensi guru, mengembangkan bahan ajar bermakna, serta melestarikan bahasa dan kearifan lokal Bali adalah komitmen kami untuk generasi masa depan,’’ pungkas Sudiana. tra
























