POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dalam upaya memperkuat fondasi bisnis dan menjawab tantangan industri perbankan ke depan, Bank BPD Bali menyelenggarakan rapat bersama para pemegang saham di Kantor Pusat Bank BPD Bali.
Sinergi yang terjalin antara manajemen dan pemerintah daerah ini menjadi pendorong utama di balik pencapaian kinerja keuangan perseroan yang tumbuh positif hingga kuartal ketiga tahun 2026. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen bank dalam mendukung perkembangan perekonomian daerah, sejalan dengan visi transformasi Ekonomi Kerthi Bali serta program Asta Cita pemerintah pusat.
Fokus utama rapat tersebut adalah pemaparan kinerja bank hingga Agustus 2026, evaluasi menyeluruh terkait isu-isu strategis perbankan, serta perumusan kebijakan pengembangan bisnis.
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyampaikan apresiasi dan komitmen jajaran manajemen atas arahan yang diberikan para pemegang saham. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan arahan strategis dari Bapak Gubernur beserta seluruh pimpinan daerah selaku pemegang saham. Diskusi dan masukan dalam rapat hari ini menjadi pedoman penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperkuat fondasi bisnis Bank BPD Bali agar lebih adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi ke depan,’’ ujarnya.
Sinergi dan arahan strategis yang berkelanjutan tersebut berkontribusi nyata pada kinerja perseroan. Hingga Agustus 2026, Bank BPD Bali mencatatkan pertumbuhan aset secara tahunan (year-on-year/y-o-y) sebesar 6,05 persen menjadi Rp44,164 triliun (Rp44.164 miliar), melampaui target yang ditetapkan.
Ketahanan perseroan juga didukung oleh peningkatan modal inti sebesar 21,08 persen (y-o-y) menjadi Rp6,253 triliun (Rp6.253 miliar), yang menempatkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) pada level 30,59 persen.
Kepercayaan masyarakat Bali terhadap Bank BPD Bali tercermin dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp36,317 triliun atau tumbuh 4,00 persen (y-o-y). Kualitas pendanaan perseroan juga berjalan efisien dengan peningkatan porsi dana murah.
Hal ini terlihat dari giro yang meningkat 13,65 persen dan tabungan yang tumbuh stabil. Alhasil, rasio CASA (Current Account Savings Account) mencapai 66,47 persen serta mencatatkan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang efisien di level 59,29 persen.
Efisiensi operasional dan pendanaan ini berbanding lurus dengan profitabilitas perseroan. Bank BPD Bali membukukan laba sebesar Rp945 miliar atau tumbuh 8,14 persen (y-o-y).
Di tingkat nasional, berdasarkan Laporan Publikasi Keuangan Perbankan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2026, Bank BPD Bali mencatatkan laba terbesar peringkat kedua di antara 10 Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia, dengan total aset masuk dalam jajaran 6 besar.
Di sisi lain, Bank BPD Bali terus mengoptimalkan fungsi intermediasi untuk pemberdayaan ekonomi daerah. Total penyaluran kredit tumbuh 7,03 persen (y-o-y) menjadi Rp26,201 triliun. Penyaluran kredit UMKM mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar 14,52 persen (y-o-y) mencapai Rp14,154 triliun.
Langkah ini sejalan dengan upaya bank mengoptimalkan komposisi kredit produktif yang kini berada di porsi 62,39 persen dari total portofolio kredit. Penyaluran kredit modal kerja dan investasi yang melampaui target memfasilitasi pelaku usaha lokal untuk berkembang, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan kredit tersebut tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Kualitas kredit Bank BPD Bali terjaga baik, terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross yang berada di level rendah 1,03 persen dan rasio Loan at Risk (LaR) sebesar 3,30 persen.
Melalui fundamental keuangan yang sehat, efisiensi operasional, serta kolaborasi erat bersama pemerintah daerah, Bank BPD Bali terus berkomitmen menjadi mitra strategis dalam menghadirkan kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat Bali.
Untuk memberikan kemudahan akses informasi, Bank BPD Bali menyediakan rincian lengkap mengenai produk dan layanan melalui situs resmi www.bpdbali.co.id, serta akun media sosial resmi di Instagram (@bankbpdbali), Facebook (Bank BPD Bali), TikTok (@bpdbaliofficial), X (@bpdbaliofficial), dan YouTube (Bank BPD Bali). Masyarakat juga dapat menghubungi BPD Bali Call 1500-844.
Bank BPD Bali merupakan lembaga keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). nan
























