Ratusan Lulusan SD di Buleleng Belum Terdaftar di SMP

PEMBUKAAN MPLS jenjang PAUD, SD, SMP se-Kabupaten Buleleng di SMPN 8 Singaraja, Senin (10/7/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng menemukan ada 388 lulusan SD di Buleleng belum terdaftar di satuan pendidikan jenjang SMP. Data dari Disdikpora Buleleng, jumlah lulusan siswa SD sebanyak 11.652 orang, tapi yang tertampung di SMP baru mencapai 10.909 siswa.

Sekretaris Disdikpora, Ida Bagus Gde Surya Bharata, Senin (10/7/2023) mengatakan, masih ada 388 siswa yang statusnya tercecer atau belum mendaftar ulang. Selain itu ada sebanyak 355 belum mendaftar ke jenjang SMP.

Read More

Dari ratusan siswa yang masih belum jelas statusnya itu, dia akan melaksanakan tindakan lanjutan. Caranya, dengan mengidentifikasi posisi siswa, baik tercecer maupun belum mendaftar, untuk diajak mendaftar di sekolah terdekat.

Selain itu, juga akan berupaya mengumpulkan data siswa yang pindah daerah bersama orangtua. Hal ini untuk memastikan para siswa mendapat sekolah sesuai dengan usia mereka. “Kami juga akan berkoordinasi dengan seluruh kepala sekolah di Buleleng agar dapat melakukan tindak lanjut terhadap siswa yang belum mendapat sekolah. Kami upayakan akhir bulan Juli ini semua bisa mendapat sekolah” janjinya.

Selain di SMP, siswa lulusan PAUD juga ada beberapa yang masih tercecer dan belum masuk SD. Bharata juga masih melakukan pendataan. “Sambil jalan, kami masih ada tahapan penyaluran, karena kalau SD itu tidak ada batasan. Jadi, kami harap anak anak usia sekolah tetap sekolah,” lugasnya.

Pada saat yang sama, ribuan siswa SMP, SD dan TK di Buleleng mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai, Senin (10/7/2023). MPLS adalah salah satu kegiatan wajib diikuti siswa baru, yang terdiri dari berbagai macam kegiatan seperti pengenalan lingkungan sekolah, metode belajar, sarana dan prasarana hingga petunjuk maupun tata tertib yang harus diketahui.

“MPLS merupakan langkah awal mengenal seluruh hal yang baru di sekolah, yang dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tiga hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran, pada hari sekolah dan jam pelajaran,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Olahraga Buleleng, Made Astika, saat membuka resmi MPLS yang serentak dilaksanakan seluruh siswa baru jenjang PAUD, SD, SMP se-Kabupaten Buleleng di SMPN 8 Singaraja.

Astika berharap MPLS dapat mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional. Selain itu, pengenalan lingkungan sekolah wajib berisi kegiatan bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan.

“Tak hanya pengenalan lingkungan sekolah, MPLS biasanya juga dimeriahkan berbagai macam acara menarik. Mulai dari pemberian materi, permainan edukatif, menyelesaikan misi serta masih banyak lagi, setiap sekolah memiliki acara yang berbeda-beda,” pungkas Astika. edy

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.