Ratusan Bonsai Dipamerkan di Alun-alun Gianyar, Posisi Diatur Mengikuti Prokes

  • Whatsapp
KETUA PPBI Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama (kiri), didampingi Penasihat PPBI Gianyar, I Wayan Arthana, melihat persiapan pameran bonsai di alun-alun Gianyar. foto: adi

GIANYAR – Para peserta pameran bonsai berkelas nasional mendatangi alun-alun Gianyar, Kamis (22/4/2021) sehubungan untuk pendaftaran peserta yang akan ditutup Jumat (23/4/2021).

Diprediksi akan ada 700 hingga 800-an bonsai dan mame yang akan dipamerkan dalam kegiatan yang diselenggarakan Perkumpulan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI) Gianyar bersama Pemkab Gianyar itu.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan, ada sisi menarik dalam pameran kali ini. Pengaturan meja atau desain penataan pohon yang dipamerkan berbeda dari pameran sebelum-sebelumnya.

Jika sebelumnya lokasi pameran hanya menggunakan seperempat dari total luas lapangan, sekarang pameran ini menggunakan hampir semua area. “Ini desainnya dibuat Bapak Bupati Gianyar, Made Mahayastra,” jelas Penasihat PPBI Gianyar, I Wayan Arthana.

Kata Arthana, desain pameran dengan memanfaatkan nyaris semua areal alun-alun itu bertujuan supaya masyarakat tetap bisa menerapkan penjarakan fisik, saat menikmati keindahan pohon-pohon yang dipamerkan. “Bupati sangat mendukung penuh pameran ini. Karena itu, beliau yang mendesain tata letak pohon, supaya penonton dan peserta pameran tidak berkerumun,” ungkapnya.

Ketua PPBI Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama menambahkan, tata letak yang menerapkan protokol kesehatan (prokes) tersebut tentu sangat diharapkan, mengingat antusiasme peserta relatif tinggi. Perkiraan bisa mencapai 800 pohon lebih.

Baca juga :  KPU: Penyelenggara Ad Hoc Pilkada Diberhentikan Sementara

“Hari ini dan besok jadwal kami menerima pohon, tanggal 24, 25, 26 April penjurian sekaligus penancapan bendera. Setelah itu barulah pameran dibuka untuk umum sampai tanggal 2 Mei,” terangnya.

Karena merupakan pameran berkelas nasional, dia menyebut pesertanya bukan hanya pecinta bonsai dan mame di Bali. Master-master bonsai dan mame dari luar Bali dipastikan hadir, dan beberapa di antaranya telah memajang pohonnya di lokasi pameran. Mereka datang dari setiap daerah di Indonesia, mulai dari Tangerang, Bekasi, Japara, Malang dan sebagainya.

Dengan antusiasme yang tinggi ini, pria yang karib disapa Bem ini meyakini pameran ini dapat berdampak kepada kebangkitan ekonomi Bali dan nasional. Sebab, transaksi skala besar diyakni terjadi pada pameran ini.

Selain itu, sambungnya, objek wisata dan tempat menginap di Bali, khususnya Gianyar, juga akan mendapat cipratan dari kedatangan peserta dari luar Bali.

“Kami berharap, dan kami meyakini, pameran ini akan berdampak signifikan terhadap perputaran dan pertumbuhan ekonomi di tengah krisis ini. Karena itu, mari kita sukseskan pameran ini,” ajaknya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.