Ratna Sari Dewi : Jangan Berhenti Menanam

  • Whatsapp
Ratna Sari Dewi
Ratna Sari Dewi

COVID-19 secara tidak langsung turut memangkas sektor pertanian Bali. Aliran pariwisata yang tersumbat telah memberangus pasar sebagian produk pertanian. Akibatnya, permintaan sejumlah komoditas ini kini anjlok.

Kondisi tersebut dialami langsung petani muda Bali, Ratna Sari Dewi. Ia mengakui produk pertanian miliknya, yang awalnya dipasarkan langsung ke hotel dan restoran di Bali turun drastis selama hampir lima bulan pandemi Covid-19 menjalar.

Meski demikian, ia tak mau berhenti menanam. Duta Petani Muda 2018 ini berkeras hati terus menanam optimistis, meyakini kondisi akan pulih seperti sedia kala. “Jika bicara dampak, tidak dapat dipungkiri kami sangat merasakan. Kami yang biasa menanam dan hasilnya bisa langsung disuplai ke supplier dan restaurant, kini turun drastis karena mereka tutup semua. Tapi, kami untuk terus menanam,” katanya di kebun miliknya yang terletak di Desa Abang Songan, Kintamani, Kamis (11/6).

Baca juga :  Bali Tidak Ada Penambahan Positif Covid-19, Total yang Sembuh 166 Orang

Menurut Ratna Sari, pertanian adalah dunia yang unik. Perempuan asli Denpasar yang selama beberapa tahun memilih terjun dan membuka sejumlah kebun di Kintamani dan Gianyar ini percaya pertanian adalah pekerjaan mulia dan terpilih. Pilihan menjadi petani harus diikuti dengan keteguhan tekad.

“Saya yakini seperti itu, pertanian itu pekerjaan mulia, namun harus diikuti perjuangan. Tidak boleh putus asa. Saat pandemi seperti sekarang, meski agak sulit, tapi kami masih bisalah bergerak. Masih ada permintaan meski sedikit,” jelasnya.

Jebolan Magister Manajemen Universitas Udayana ini meyakini, dalam kondisi apapun peluang pertanian sejatinya sangat besar. Sebab, katanya, manusia akan selalu butuh pangan untuk kebutuhan hidup. “Kebetulan saja, karena kondisi seperti ini, kami yang biasa suplai barang ke hotel pasarnya jadi hilang. Di luar itu, peluang masih ada lah, bahkan sangat prospektif,” tegasnya.

Baca juga :  Hadapi Covid-19, Ini Pesan Presiden Jokowi untuk masyarakat Indonesia

Sementara itu, terkait dengan munculnya fenomena anak muda yang tiba-tiba menekuni pertanian pascapandemi, ia menilai itu sebagai hal yang positif. Ke depan, semangat ini diharapkan dapat terus dijaga sehingga pertanian dapat memiliki masa depan.

“Munculnya teman-teman muda yang menanam selam pandemi ini saya kira itu untuk mengisi kekosongan waktu, dan itu positif. Tapi, jika ingin serius terjun menanam, ke depan harus memperhatikan banyak faktor, utamanya untuk menyalurkan produk,” tuturnya.

Ratna Sari menilai, saat ini media sosial memiliki peluang besar digunakan untuk memasarkan produk pertanian secara modern. Cara-cara berbasis teknologi ini turut diyakini dapat mengangkat stigma pertanian yang terkesan masih tradisional dan kolot menjadi pekerjaan keren dan modern. “Kalau anak muda yang menggerakkan, kan bisa lewat media sosial. Di sana bisa belajar mulai dari menanam hingga memasarkan produk secara efisien,” ucapnya. 015

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.