RAPBD Jembrana 2021 Dirancang Rp1,076 Triliun

  • Whatsapp
RAPAT paripurna DPRD Jembrana secara virtual dengan agenda penjelasan Bupati terhadap tigaranperda, Kamis (12/11/2020). Foto: ist
RAPAT paripurna DPRD Jembrana secara virtual dengan agenda penjelasan Bupati terhadap tigaranperda, Kamis (12/11/2020). Foto: ist

JEMBRANA – DPRD Kabupaten Jembrana menggelar rapat paripurna bersama eksekutif pada Kamis (12/11/2020) bertempat di ruang eksekutif Pemkab Jembrana. Rapat paripurna masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 yang dilakukan secara virtual mengagendakan penjelasan Bupati Jembrana terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Jembrana.

Salah satu yang dibahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021. Pada rancangan pendapatan daerah dirancang sebesar Rp1.076.513.029.414,62. Rinciannya mencakup pendapatan asli daerah Rp.145 miliar lebih, pendapatan transfer Rp900 miliar lebih, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp30 miliar lebih. Pada komponen belanja, belanja daerah tahun 2021 dirancang sebesar Rp1.103.622.322.785,33, terdiri dari belanja operasi Rp854 miliar lebih, belanja modal Rp105 miliar lebih, belanja tak terduga Rp6 miliar lebih, dan belanja transfer Rp137 miliar lebih.

Bacaan Lainnya

Kemudian pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan berasal dari penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) sebesar Rp27.109.293.370,71 dan penerimaan kembali investasi nonpermanen lainnya sebesar Rp5 miliar lebih, sedangkan pengeluaran pada tahun 2021 dirancang untuk pemberian pinjaman daerah sebesar Rp5 miliar lebih.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Ni Made Sri Sutharmi dan Bupati I Putu Artha tersebut juga menyampaikan dua ranperda lainnya yakni, Ranperda tentang Pengarusutamaan Gender dan Ranperda Perlindungan dan Pengembangan Komunitas Kakao.

Baca juga :  Lagi, Satu Anggota DPRD Gianyar Terjaring Operasi Yustisi

Bupati Artha mengatakan, Ranperda Pengarusutamaan Gender dilakukan sebagai upaya untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan pemberdayaan dan perlindungan perempuan, meningkatkan kualitas keluarga, serta menciptakan kesetaraan anatara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh kesempatan dan peluang. “Ini sangat diperlukan agar setiap lapisan masyarakat, baik laki-laki atau perempuan dapat memperoleh kesempatan atau peluang yang sama untuk berpartisipasi, mengontrol dan menerima manfaat pembangunan di Kabupaten Jembrana,” katanya.

Terkait dengan Ranperda tentang Perlindungan dan Pengembangan Komunitas Kakao yang saat ini menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Jembrana yang bersifat strategis. Hal ini disebabkan kakao mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta membantu pelestarian lingkungan hidup.

“Sebagai dampak dari perubahan iklim, hama,sistem, dan pasar yang tidak berpihak kepada petani serta masih minimnya pengetahuan petani tentang penyelenggaraan pertanian, untuk mengantisipasinya maka sudah seharusnya kita memberikan perhatian khusus terhadap komoditas kakao ini,” pungkasnya. 024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.