MATARAM – Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Rachmat Hidayat, mengajak warga Lombok Timur (Lotim) untuk banyak-banyak bersyukur. Pesan itu disampaikan usai mengawasi proses pencairan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahap II di Kota Mataram, lanjut ke Lombok Timur, Jumat (2/12/2022).
Pemantauan dan pengawasan dilakukan di aula kantor Desa Pengadangan, Kecamatan Peringgasela, Lombok Timur. “BLT BBM ini adalah penyangga sosial ekonomi agar kenaikan harga BBM tidak terlalu menggerus daya beli masyarakat. Inilah wujud nyata hadirnya negara untuk masyarakatnya,” kata Rachmat.
Ratusan warga didominasi ibu-ibu berkumpul sejak pagi di kantor Desa Pengadangan, dengan membawa surat undangan pencairan bansos. Mereka juga membawa KTP dan Kartu Keluarga asli untuk kemudahan proses verifikasi oleh juru bayar dari PT Pos Indonesia.
Kedatangan Rachmat dan rombongan disambut Sekda Lotim, HM Juaini Taufik; didampingi Camat Peringgasela, Moh Zulfan; Kades Pengadangan, Iskandar; Danramil Masbagik Hasan Basri, dan Kapolsek Peringgasela. Turut hadir fungsionaris PDIP, Hakam Ali Niazi; Sekretaris DPC PDIP Lombok Tengah, Suhardiman; anggota DPRD Lotim, Luk Santi; serta caleg PDIP, Ahwan Purnama.
Kepada warga, Rachmat menyampaikan dana BLT BBM merupakan kebijakan Presiden Joko Widodo dengan mengalihkan subsidi BBM menjadi subsidi langsung ke masyarakat. Ketua DPD PDIP NTB itu berpesan kepada penerima untuk memanfaatkan bantuan sebaik-baiknya.
Juga mengajak mereka untuk selalu bersyukur, dan tidak mudah terprovokasi bila, misalnya, ada yang mengajak-ngajak demonstrasi terkait kenaikan BBM. “Endek pade mele (jangan pernah mau). Bohong aja pasti mereka itu,” pesannya.
Dalam penyaluran dana BLT tahap II, Manajer PT Pos Cabang Selong, Goderdzio De Araujo, menyebut pembayaran dibarengi dengan pembayaran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Bansos PKH. Khusus di Lombok Timur total penerima BLT Tahap II sebanyak 124.106 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pihaknya memulai proses pencairan sejak 22 November, dan ditarget rampung dalam dua pekan. “Capaian kami hingga kemarin sudah 74,33 persen yang tersalurkan, atau untuk 92.243 KPM,” terangnya.
Pencairan saat ini terbagi dalam tiga bagian. Ada warga yang menerima BLT BBM bersamaan dengan dana BPNT dan dana PKH, ada yang menerima BLT dan dana PKH, serta menerima BLT BBM dan dana BPNT.
Makanya warga tidak menerima jumlah yang sama. Paling tinggi yang menerima BLT, BPNT dan PKH akan mendapat Rp3 juta. Sementara di bawahnya ada yang mendapat Rp 900 ribu, dan paling sedikit Rp 500.000.
Secara rinci, Goderdzio menjelaskan, penerima BLT dan BPNT dan PKH di Lombok Timur jumlahnya mencapai 54.460 KPM. Yang sudah dibayar 76,75 persen atau 41.797 KPM. Untuk penerima BLT dan PKH sebanyak 21.677 KPM, dan sudah tersalurkan 68,62 persen atau sebanyak 14.874 KPM.
Sementara penerima BLT dan BPNT jumlah totalnya 47.969 KPM, dan sudah dicairkan 35.572 KPM atau setara dengan 74,16 persen. “Kami pastikan bahwa tidak ada pemotongan apa pun. Seluruh dana akan diterima utuh sesuai jumlah yang tercantum dalam surat pemberitahuan,” tandasnya. rul
























