Putri Koster Ingin Gianyar Jadi Percontohan Hatinya PKK

  • Whatsapp
Ket foto: MUSEUM SUBAK MASCETI PUTRI Koster; didampingi Bupati Gianyar, Made Mahayastra; Wabup AA Gde Mayun, dan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, saat meresmikan percontohan Taman Hatinya PKK di kawasan Museum Subak Masceti. Foto: adi

GIANYAR – Meski saat ini petani kita sudah banyak diringankan dengan adanya teknologi maupun mesin yang modern, namun kita harus tetap mempertahankan tradisi budaya kita sendiri. Traktor memang memudahkan dalam membajak sawah, namun kita harus tetap mempertahankan sapi, begitu juga dengan mesin tanam.

Hal ini ditegaskan Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Koster saat menyerahkan mesin alat tanam padi (tranplanter) dan mesin perontok gabah berupa satu unit mesin power thresser untuk Subak Masceti. Pada kesempatan itu, Putri Koster; didampingi Bupati Gianyar, Made Mahayastra; Wabup AA Gde Mayun, dan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, juga meresmikan percontohan Taman Hatinya PKK di Rumah Bali, Rumah Kreatif, dan pengukuhan seka manyi Subak Masceti, di Kawasan Museum Subak Masceti, Jumat (21/8).

Bacaan Lainnya

Putri Koster sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkab Gianyar, khususnya TP PKK Kabupaten Gianyar dalam mengimplementasikan program-program PKK di tengah masyarakat. Putri Koster berharap ruang-ruang yang ada benar-benar dapat dimanfaatkan. Tidak hanya untuk wisatawan dari luar, namun terutamanya untuk masyarakat kita belajar tentang budaya maupun alam di Bali.

Bahkan istri Gubernur Bali, Wayan Koster, tersebut juga sangat mengagumi konsep rumah Bali yang sekaligus sebagai tempat lokasi taman Hatinya PKK. Dalam sekali kunjungan dirinya dapat melihat banyak hal.

Baca juga :  Tak Ber-KTP NTB Dilarang Menyeberang ke Lombok

“Khusus untuk program Hatinya PKK, saya ingin setiap rumah menerapkan Hatinya PKK. Kita sudah menyediakan bibit, dan saya akui Gianyar orang-orangnya seni sehingga dalam menata taman di rumahnya bisa sangat bagus sekali. Saya ingin di Gianyar bisa dijadikan contoh,’’ kata Putri Koster.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra juga, menjelaskan percontohan Taman Hatinya PKK memang sengaja dibuat di rumah Bali di kawasan Museum Subak. Ini sebagai suatu langkah terpadu dari TP PKK Kabupaten Gianyar agar masyarakat atau wisatawan yang datang berkunjung bisa langsung mendapatkan semuanya.

Mereka bisa mengenal tentang sejarah rumah adat tradisional Bali, sekaligus bisa belajar tentang tanaman. Mengunjungi rumah kreatif dimana di dalamnya berisi berbagai produk kerajinan yang berasal dari kegiatan kelompok UP2K PKK desa/kelurahan dan juga hasil kerajinan UMKM binaan Dekranasda Kabupaten Gianyar yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

‘’Kenapa di Rumah Bali, kami konsepkan dengan Hatinya PKK, rumah kreatif, bahkan ada tanaman hidroponik menjadi satu kawasan di Museum Subak, karena kami ingin sebagai pusat edukasi atau pembelajaran juga pariwisata Pantai Masceti. Kami ingin menunjukkan bahwa gerakan kami sudah berjalan, tidak hanya di sini saja, namun seluruh masyarakat sudah bergerak,’’ jelas Surya Adnyani Mahayastra.

Khusus seka manyi, menurut Adnyani Mahayastra, ini lebih pada keinginan untuk menggairahkan kembali seka-seka manyi di wilayah Kabupaten Gianyar. Dengan dikukuhkannya seka manyi yang ada di Desa Medahan kawasan Subak Masceti, diharapkan menghidupkan kembali seka yang kini hampir punah tergantikan oleh tenaga dari luar.

Baca juga :  Pasien Sembuh Covid-19 Nasional Naik Jadi 37.636 Orang, Positif Bertambah 1.591 Kasus dan Meninggal 54

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, pada kesempatan itu menegaskan dengan dikukuhkannya seka manyi di kawasan Museum Subak Masceti ingin membuktikan bahwa pariwisata di Gianyar adalah pertanian, tanpa pertanian pariwisata di Bali tidak seperti sekarang ini. Bahkan kontribusi Gianyar dalam pertanian hampir surplus 40 ribu ton beras .

Bupati Mahayastra pun sangat memuji program Hatinya PKK yang merupakan program inovatif yang ternyata sangat terbukti membantu saat pandemi ini. Terutama dalam pemenuhan sumber gizi dan protein. Selain itu dari segi kesejahteraan keluarga juga dapat mengurangi beban keluarga dan dapat menghasilkan secara mandiri di halaman rumah. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.