Puluhan Tower Bodong Beroperasi di Buleleng, PAD Terancam Hilang Ratusan Juta

  • Whatsapp
Made Kuta. Foto: rik
Made Kuta. Foto: rik

BULELENG – Puluhan tower yang ada di wilayah Buleleng bodong alias belum mengantongi izin. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng, setidaknya ada 50 tower tersebar di beberapa kecamatan yang terindikasi belum memiliki izin.

Kepala DPMPTSP Buleleng, Made Kuta, mengatakan, dari data yang dimiliki total sebanyak 270 tower ada di Buleleng, dan sekitar 50 tower di antaranya belum mengantongi izin. Ia mengakui pihaknya masih sedikit kesulitan melakukan pendataan terhadap kepastian jumlah tower yang belum memiliki izin di Buleleng.

Bacaan Lainnya

‘’Data di kami ada 50 tower tak ada izin. Karena dulu proses perizinan kan ada di Dinas PU sebelum tahun 2008. Itu perlu kami pastikan lagi, apakah tower itu berizin atau tidak. Jadi, kami sulit mendata, ketika itu ditutup baru kelihatan berapa sih yang tak berizin,’’ kata Kuta, Selasa (29/9/2020).

Sebagai upaya penindakan, jelas Kuta, pihaknya sempat melakukan penertiban beberapa waktu lalu terhadap dua tower yang belum memiliki izin melibatkan Tim Yustisi dalam hal ini Satpol PP Buleleng. ‘’Kemarin kami tutup 2 tower. Setelah itu baru pemiliknya datang dan betul tak berizin. Baru diurus izinnya,’’ katanya.

Baca juga :  Gegara Ini, Palinggih Bale Peselang Terbakar

Dengan masih banyaknya tower di Buleleng yang belum mengantongi izin, Kuta tak menampik kondisi ini berimbas pada pendapatan asli daerah (PAD) Buleleng dari retribusi izin khususnya IMB pendirian tower tersebut. Iamemperkirakan, PAD yang terancam hilang berkisar Rp350 juta.

‘’Kalau di kami itu kan retribusi dari IMB-nya saja. Biasanya sekitar Rp7 juta sampai Rp9 juta. Kalau misal itu Rp7 juta dikali 50 tower yang tak berizin, kan bisa sekitar Rp350 juta yang tidak masuk ke PAD Buleleng. Jadi, pasti berdampak pada PAD,’’ jelas Kuta.

Kuta mengatakan akan berupaya agar pemilik tower-tower yang tak memiliki izin untuk segera mengurus izinnya. Salah satu upaya dilakukan adalah dengan menutup satu per satu tower yang terindikasi belum memiliki izin. “Ini bertahap dulu. Ya, kami akui juga karena situasi seperti sekarang ini karena dampak pandemi Covid-19, semua sulit. Jadi pelan-pelan dulu,” pungkasnya. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.