PTM Terbatas di PAUD Dibatasi 5 Orang per Kelas

  • Whatsapp
PESERTA didik PAUD SPNF SKB Kota Denpasar melakukan cuci tangan saat simulasi PTM. Foto: ist
PESERTA didik PAUD SPNF SKB Kota Denpasar melakukan cuci tangan saat simulasi PTM. Foto: ist

DENPASAR – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kota Denpasar akan dimulai pada Jumat (1/10/2021). Persekolahan pun telah bersiap untuk melaksanakan PTM dengan mekanisme pembatasan tersebut.

Selain mengintensifkan sarana prasarana protokol kesehatan, seluruh satuan pendidikan di Kota Denpasar mulai dari jenjang PAUD hingga SMP diwajibkan mengisi daftar periksa. Daftar periksa tersebut memuat kesiapan sekolah melaksanaan PTM Terbatas.

Bacaan Lainnya

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Sugiantini, mengatakan, pengetatan pengawasan prokes saat pelaksanaan PTM Terbatas tingkat Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) juga dilakukan. Tiap satuan PAUD/TK juga diwajibkan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

Kondisi sarana dan prasarana wajib sesuai dengan aturan seperti pengaturan jarak, jumlah tempat, waktu yang dibatasi juga harus diikuti satuan pendidikan. Kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam kelas memakai sistem sif dengan durasi 60 menit atau 1 jam. ‘’Satu kelas dibatasi hanya lima siswa, setelah kelas pertama selesai dilanjutkan dengan kelas kedua juga lima orang,’’ kata Sugiantini, Rabu (29/9/2021).

Ia mendaku, menggelar PTM Terbatas di masa pandemi Covid-19 tidaklah mudah. Kunci utamanya adalah penerapan prokes yang ketat untuk seluruh warga sekolah. ‘’Kontroling Satgas tingkat sekolah harus dijalankan. Mulai dari anak datang sampai keluar dari sekolah harus dilihat kedisiplinan prokes untuk semuanya,’’ ujar Sugiantini mengingatkan.

Baca juga :  Potensi Kerjasama Unpad dan BNPB dalam Penanggulangan Bencana

Menurut dia, aturan terkait pembelajaran di masa pandemi itu sudah disepakati bersama pimpinan satuan PAUD/TK se-Kota Denpasar. Sugiantini juga menyampaikan bahwa siswa yang akan mengikuti PTM Terbatas wajib mendapatkan izin dari orang tuanya. Jika tidak mendapatkan izin dari orang tua, masih diperkenankan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.

‘’Anak adalah aset masa depan bangsa yang harus dijaga sejak dini. Salah satunya dengan melindungi mereka dari bahaya Covid-19,’’ lugasnya.

Sementara itu, hingga Rabu (29/9/2021), baru beberapa sekolah dari ratusan sekolah di Denpasar yang sudah lengkap mengajukan daftar periksa ke Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar. ‘’Baru sedikit sekolah yang mengirim daftar periksa. Kami masih tunggu hingga besok,’’ ujar Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.