PTM di Buleleng Tunggu Izin Bupati, Disdikpora Data Sekolah yang Siap PTM Terbatas

  • Whatsapp
SIMULASI PTM secara terbatas di salah satu SD Negeri di wilayah kota Singaraja, beberapa waktu lalu. foto: rik

BULELENG – Keluarnya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali yang mengizinkan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka secara terbatas, membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mulai mendata satuan pendidikan yang siap menggelar Pembalajaran Tatap Muka (PTM) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika mengatakan, pelaksanaan PTM dilakukan secara terbatas dengan penerapan prokes yang ketat sesuai SE Gubernur Bali. Namun diakui Astika, pihaknya masih menunggu keputusan dari Bupati Buleleng untuk izin digelar PTM untuk anak didik di Buleleng.

Bacaan Lainnya

Sembari menunggu keputusan dari Bupati Buleleng, Disdikpota telah mengajukan beberapa sekolah siap mengelar PTM, baik itu guru telah terima vaksin, sarana pendukung lainya, ternasuk kesiapan dalam menangani jika terdapat kasus baru Covid-19 di sekolah. “Izin tetap dari pemerintah daerah. Kami sudah mengajukan ke Bupati,” kata Astika, Senin (20/9/2021).

Astika pun yakin, jika dalam waktu dekat ini pelaksanaan PTM secara terbatas khusus di Buleleng bisa dilakukan, dengan tetap penerapan prokes yang ketat. Mengingat, saat ini setiap sekolah di Buleleng sudah menyatakan kesiapan melaksnakan PTM secara terbatas. “Kami harap, mudah-mudahan akhir September atau awal Oktober ini sudah bisa berjalan,” harap Astika.

Baca juga :  Desa Pemogan Data Penduduk Non Permanen dan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Sementara itu, sebelumnya Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, mengaku, tidak ingin terburu-buru mengizinkan pelaksanaan PTM di Buleleng. Sebab Suradnyana masih melihat trend kasus terkonfirmasi selama beberapa hari kedepan, sebelum memutuskan membuka PTM secara terbatas.

Jika hasilnya kasus terkonfirmasi di Buleleng terus melandai, pihaknya akan segera melakukan evaluasi untuk menentukan sektor mana saja yang mendapatkan relaksasi termasuk juga dilaksanakan PTM secara terbatas. “Jangan baru turun zona, langsung bereaksi. Kami harus lihat trend kasus (konfirmasi Covid-19) dulu,” pungkas Suradnyana. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.