Jelang PTM, Dewan Pendidikan Minta Perketat Prokes di Sekolah

  • Whatsapp
SMP PGRI 2 Denpasar rutin melakukan penyemprotan disinfektan mengantisipasi virus Corona. Protokol kesehatan di sekolah akan terus ditingkatkan menjelang dilaksanakannya PTM terbatas yang akan dimulai, 1 Oktober 2021 mendatang. Foto: ist
SMP PGRI 2 Denpasar rutin melakukan penyemprotan disinfektan mengantisipasi virus Corona. Protokol kesehatan di sekolah akan terus ditingkatkan menjelang dilaksanakannya PTM terbatas yang akan dimulai, 1 Oktober 2021 mendatang. Foto: ist

DENPASAR – Jelang dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Denpasar, Dewan Pendidikan Kota Denpasar meminta agar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar fokus perketat protokol (prokes) kesehatan di sekolah. Disdikpora diminta membentuk tim verifikasi dan monitoring untuk memantau persiapan dan pelaksanaan PTM terbatas pada setiap jenjang satuan pendidikan.

‘’Tetap waspada siaga, artinya prokes harus tetap dilaksanakan,” lugas Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar, I Gusti Lanang Jelantik, Selasa (21/9/2021).

Bacaan Lainnya

Kata Lanang Jelantik, penyelenggaraan PTM terbatas ini harus didukung oleh kesiapan semua pihak. Sarana prasarana sekolah juga harus mendukung, dan jangan terkesan asal. Terlebih sampai mengabaikan anak-anak. “Sekolah harus mempersiapkan segala sesuatunya,” lugas mantan Kadisdikpora Kota Denpasar itu.

Ia pun berharap, kasus positif Covid-19 semakin hari semakin menurun, sehingga PTM bisa berjalan normal kembali. Dengan begitu kualitas pembelajaran secara bertahap dapat ditingkatkan.

Terkait persiapan menjelang penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang rencananya diselenggarakan mulai 1 Oktober 2021, Disdikpora Kota Denpasar, akan memeriksa kesiapan sekolah-sekolah. Pemeriksaan kesiapan ini akan dilakukan selama sepekan ke depan sampai H-1 PTM terbatas dilaksanakan.

Baca juga :  DPW Nasdem Tunggu Ujung Kasus Pelaporan Somvir, Pastikan Pasang Badan Bela Kader

‘’Kami akan terus cek. Tim dari Disdikpora dan para pengawas akan turun ke semua sekolah melihat kesiapannya ini, termasuk kelengkapan sarana sekolah, tempat cuci tangannya sudah siap atau belum, tim satgas sekolahnya, dan sebagainya,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, dikesempatan terpisah.

Agung Wiratama menyebutkan, pemeriksaan juga mencakup pendataan jumlah tenaga pendidik/kependidikan serta murid yang telah divaksinasi Covid-19. Termasuk juga kelengkapan administrasi lainnya seperti surat izin kepada orang tua tua siswa dan sosialisasi ke orang tua siswa.

‘’Sosialisasi ini kami anggap krusial karena orang tua akan berperan lebih selama PTM. Orang tua diharapkan dapat mengantar-jemput anak-anaknya, menyiapkan bekal makan dan minum, hingga perlengkapan pendukung prokes lainnya seperti penyanitasi tangan dan masker cadangan.

Selain itu, orang tua juga diharapkan dapat membuat anak-anaknya paham soal pentingnya protokol kesehatan dan bahwa Covid-19 masih ada di sekitar. Jangan sampai begitu diizinkan masuk, orang tua tidak melakukan pengecekan.

Ia berharap semua tetap menjaga protokol kesehatan terutama siswa SMP dan beberapa siswa SD yang sudah 12 tahun, walaupun sudah divaksinasi jangan merasa kebal. ‘’Ini yang kami berikan juga edukasi kepada anak-anak semua,” tambahnya.

Sebagai informasi, PTM terbatas di Kota Denpasar sudah diizinkan untuk diselenggarakan dalam waktu dekat, sebagaimana termuat dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri di mana wilayah Kota Denpasar sudah masuk kategori PPKM level 3. Disdikpora Kota Denpasar memastikan siswa PAUD/TK, SD, dan SMP negeri maupun swasta mulai 1 Oktober 2021 mendatang akan menjalani PTM. Namun, tetap diterapkan mekanisme pembatasan. Siswa PAUD dan TK PTM sekitar 33 persen, sedangkan SD dan SMP dibatasi 50 persen. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.