PPKM Cukup 2 Jilid, Bangkitkan Pariwisata, Pemerintah Didorong Gulirkan Stimulus untuk Wisatawan

  • Whatsapp
Wayan Duarta. Foto: ist
Wayan Duarta. Foto: ist

MANGUPURA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Provinsi Bali diharap cukup 2 jilid saja. Kebijakan tersebut dinilai cukup mempersempit peluang pulihnya ekonomi Bali. Terlebih Presiden Jokowi menilai PPKM kurang efektif. Untuk itu, pemerintah didorong untuk melahirkan kebijakan yang sifatnya bisa memberikan stimulus untuk menggerakkan kunjungan wisatawan.

Praktisi pariwisata asal Desa Kutuh, Wayan Duarta, mengutarakan, pandemi Covid-19 yang terjadi hampir setahun ini sangat berdampak pada perekonomian masyarakat Bali. Terlebih Bali sangat mengandalkan sektor pariwisata sebagai lokomotif penggerak perekonomian.

Bacaan Lainnya

Ia mendorong pemerintah membuat pola baru atau melakukan inovasi untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata. PPKM yang diterapkan di Bali bisa disudahi dua jilid saja, terlebih vaksinasi juga sudah mulai dilakukan.

‘’Saya harap PPKM yang dilaksanakan ini nantinya bisa disudahi, cukup sampai 2 jilid saja. Kita harus mulai menyiapkan pola dan skema opening pasar yang baru,’’ lugasnya.

Ia sangat optimis dengan ini, sebab Mas Menteri Sandiaga Uno sudah berkantor di Bali. Memiliki pola pandang yang inovatif dan sejumlah paparan strategi yang bagus. ‘’Semoga pola baru itu bisa berjalan pada pertengahan Februari nanti, tentu itu juga harus didukung oleh penurunan angka kasus,’’ ujarnya ditemui Rabu (3/2/2021) di Pantai Pandawa.

Baca juga :  PWS Denpasar Terpikat Jaya Wibawa, Taat Prokes, Tak Gentar Datang ke TPS

Ia mengapresiasi upaya Kemenparekraf membangkitkan pariwisata Bali melalui penyaluran dana hibah pariwisata tahap pertama. Namun, ia menilai penyaluran dana hibah pariwisata itu terkesan mubazir jika pariwisata belum pulih. Lebih baik, kata dia, pemerintah menggulirkan stimulus yang sifatnya merangsang dan mendorong wisatawan untuk berlibur ke Bali. ‘’Jika kebijakan itu bisa dilakukan, saya yakini pada semester pertama pariwisata Bali akan kembali bergerak,’’ ungkapnya.

Stimulus yang dimaksudkannya untuk merangsang orang berwisata seperti adanya regulasi yang mempermudah orang melancong, keringanan pembiayaan tes Covid-19, hingga subsidi tiket pesawat yang diberikan kepada orang yang mau berwisata. Dengan demikian maka orang-orang akan termotivasi untuk berwisata, karena mereka didorong untuk berlibur.

Disisi lain, Ketua Panitia New Normal Pantai Pandawa ini juga mengungkapkan pascadibukanya pariwisata untuk wisatawan domestik pada Juli 2020, kunjungan wisatawan ke Pantai Pandawa mulai menunjukkan peningkatan. Puncak peningkatan kunjungan terjadi pada 1 Januari 2021 yang mencapai 10 ribu kunjungan sehari, seiring dengan dilaksanakannya kegiatan Pandawa Bangkit.

Sayangnya, saat diterapkan PPKM, kunjungan kembali menurunan dratis hingga menjadi 500-600 kunjungan per hari. Kondisi itu membuat 50 persen pedagang di kawasan Pantai Pandawa kemudian memutuskan untuk menutup usahanya sampai saat ini. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.