Politisi PKB Dukung Pembangunan Bandara Perintis di Dompu

  • Whatsapp
POLITISI PKB yang juga anggota DPRD NTB, Akhdiansyah. foto: ist

MATARAM – Anggota DPRD NTB Dapil Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu, Akhdiansyah, menilai pembangunan bandara perintis di Kabupaten Dompu cukup mendesak. Politisi PKB itu mendorong pemerintah, baik pusat maupun provinsi, untuk memikirkan hal tersebut.

Alasannya, dengan adanya pembangunan bandara perintis itu dapat membuka konektivitas, serta memeratakan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumbawa. “Saya pribadi sangat setuju kalau ada rencana pemerintah ingin membangun bandara di Kabupaten Dompu,” katanya di Mataram, Jumat (9/7/2021).

Bacaan Lainnya

Selama ini, kata Wakil Ketua DPW PKB itu, moda transportasi di Kabupaten Dompu masih jauh tertinggal dengan kabupaten lain di Pulau Sumbawa, termasuk di Pulau Lombok. Padahal, terangnya, jika ditarik ke belakang, Kabupaten Dompu pernah menjadi daerah terpenting di Pulau Sumbawa, bahkan di Provinsi NTB dalam urusan transportasi laut.

Dia melanjutkan, secara historis, Kabupaten Dompu pernah menjadi tempat ekspansi Patih Gajah Mada, juga pusat penyebaran Islam di Pulau Sumbawa. Karena itulah Dompu menjadi pusat transportasi laut pada saat itu.

Selain soal histori dan konektivitas antarmoda transportasi, sambungnya, keberadaan bandara perintis tentu dapat meningkatkan pembangunan serta perekonomian masyarakat setempat. Hal itu menimbang Dompu memiliki keunggulan dalam sektor pertanian, peternakan, pertambangan dan pariwisata.

Baca juga :  Taekwondo Indonesia Jadwalkan Uji Coba ke Korsel

Contoh di sektor pertanian dan peternakan, ulasnya, Dompu saat ini menjadi lumbung jagung nasional dan sapi. Di bidang pariwisata, Dompu juga dianugerahi keberadaan Gunung Tambora, Pantai Lakey dan Danau Satonda. Kedua destinasi ini menjadi lokasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dompu juga diapit Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima. “Berkaca dari itulah, kami mendorong adanya bandara perintis dibangun di Dompu. Ini bukan soal kemauan pribadi, melainkan kemauan besar masyarakat Dompu yang disampaikan setiap kami turun reses ke masyarakat,” jelas Akhdiansyah.

Jika rencana tersebut dapat direalisasi, dia mengusulkan dua lokasi yang menjadi pusat pembangunan bandara, yakni di Kecamatan Hu’u dan Kecamatan Manggelewa. Alasannya, di dua lokasi itu lahannya luas, sehingga sangat cocok kalau dibangun bandara.

Sebelumnya, Pemprov NTB mengusulkan pembangunan bandara perintis di Kabupaten Dompu untuk mempercepat akses moda transportasi ke sejumlah destinasi di wilayah itu. ‘’Kami sedang mengusulkan penambahan penerbangan ke Bima atau mungkin saja membangun bandara perintis di Dompu, supaya akses menuju Tambora, Moyo dan Lakey sebagai destinasi utama di bagian timur bisa lebih baik,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi.

Menurut Yusron, selama ini untuk menuju tiga destinasi utama di Pulau Sumbawa, yakni Taman Nasional Gunung Tambora, Pulau Moyo dan Pantai Lakey, dibutuhkan waktu tujuh jam perjalanan dari Bandara Sultan Salahuddin Bima. Atau 12 jam dari Kabupaten Sumbawa. Karena itu, rencana Pemprov tersebut disampaikan ke Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno, agar bisa diatensi.

Baca juga :  Salut...! Ajik Krisna Jual Ferrari untuk Beli Sembako

Selain persoalan transportasi, pihaknya juga minta kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membantu daerah melakukan penataan estetika destinasi wisata. Mulai fasilitas jalan dalam kawasan, sampai toilet dengan standar yang bersih dan sehat. Termasuk penguatan industri kreatif yang banyak ragamnya, dan dukungan festival-festival supaya masuk kembali dalam kalender event nasional.

Lombok dan Sumbawa, ungkapnya, sangat kaya dengan spot-spot menarik dan eksotis untuk dikunjungi. Karakter destinasi Lombok dengan Sumbawa yang dibentuk oleh ragam lanskap dan sosial budaya yang berbeda, memberi varian berwisata yang tak ada habisnya.

“Ketika di Lombok, kita bisa mendapat pantai mempesona, alam pegunungan yang sejuk, ragam budaya dan tentu saja area spot tourism yang menantang. Di belahan timur kita menemukan tempat yang kuat untuk wisata adventure (petualangan) alam hutan pegunungan, juga deburan ombak pantai yang disukai para peselancar dengan suguhan budaya yang amat beda dengan Lombok,” tuturnya.

Karena itu, Yusron berharap kehadiran Menparekraf Sandiaga Uno di Kabupaten Bima dapat menguatkan sektor wisata di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. “Kedatangan Pak Menteri Parekraf kali ini mengunjungi bagian timur NTB, yakni spot berkuda dan desa wisata Maria di Bima, semoga terus bisa menghidupkan kembali giat wisata di Lombok-Sumbawa,” harapnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.