Polisi Gulung Sindikat Penggelapan Mobil Sewaan

  • Whatsapp
PENGUNGKAPAN kasus penggelapan mobil sewaan dan pemalsuan dokumen oleh Polsek Sukawati. foto: adi

GIANYAR – Polsek Sukawati menggulung sindikat penggelapan mobil sewaan, Sabtu (11/9/2021). Dua tersangka, I Gusti Putu Noor Hairul (37) asal Jembrana, dan Ni Made Emi Riana Wulandari, asal Tabanan, kini ditahan di Polsek Sukawati.

Kedua tersangka merupakan anggota sindikat penipuan atau penggelapan mobil, pemalsuan surat negara seperti KTP, Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, NPWP hingga surat perizinan usaha. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Sukawati, AKP I Made Ariawan, Kamis (16/9/2021) mengungkapkan, kasus ini bermula pada Selasa (17/8/2021), Voldy Runtukahu, pegawai Koperasi Seroja Blambangan Sejahtera di Desa Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar kedatangan laki-laki mengaku bernama I Made Dedi Putrawan.

Yang bersangkutan datang untuk menyewa mobil Toyota Calya DK 1929 DT selama dua hari, dan diberikan. Setelah dua hari, korban mencoba menghubungi si penyewa itu karena waktu sewanya habis.

“Nomor telepon yang diberikan, saat dihubungi ternyata sudah tidak aktif. Selanjutnya pelapor bersama korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukawati. Korban mengalami kerugian materiil Rp70 juta,” ungkap Kapolsek.

Unit Opsnal Polsek Sukawati yang menyelidiki laporan itu, melakukan penyelidikan ke wilayah Buleleng dan menemukan mobil Toyota Calya tersebut. Mobil ditemukan di rumah warga bernama I Ketut Iwan Sutayasa, dan Sutayasa sendiri yang menginformasikan langsung kepada korban ikhwal keberadaan mobil tersebut. “Memang benar mobil itu merupakan BB (barang bukti) penggelapan sesuai dengan yang dilaporkan korban,” jelasnya.

Baca juga :  Presiden Minta Masyarakat yang Belum Terdaftar Penerima Bansos Segera Lapor

Dari hasil penyelidikan diperoleh informasi terduga pelaku berada di daerah Malang, Jawa Timur. Informasi itu ditelusuri dan polisi menangkap tersangka di daerah Malang. “Saat itu pelaku diamankan di wilayah Pakishaji, Malang. Penangkapan dipimpin Kanit Reskrim didampingi Panit 1 Reskrim,” imbuh Kapolsek.

Dari interogasi, polisi mengetahui nama asli tersangka adalah I Gusti Putu Noor Hairul. Terungkap juga, saat beraksi dia bersama temannya, Wayan Eka, yang saat ini berstatus Dalam Pencarian Orang (DPO). Modus operandinya, tersangka menyewa mobil Toyota Calya bersama Wayan Eka, dan mobil itu dibawa ke tempat kos Emi di Blahbatuh. Mobil dijual di wilayah Singaraja dengan nilai sangat murah, yakni p 12 juta. Uang penjualan mereka bagi rata,” urai Kapolsek.

Saat beraksi, kata Kapolsek, tersangka menggunakan KTP palsu yang dibuat oleh Emi. Emi mengakui membuatkan KTP palsu itu, lalu polisi mengecek barang yang ada dalam kamar kos Emi. Polisi menemukan barang yang diduga untuk membuat surat surat palsu berupa stempel, bantalan tinta, blanko kosong KK, akta perkawinan, NPWP, KTP, rekening koran, buku tabungan dan bermacam surat keterangan.

Menurut keterangan tersangka Emi, dia memalsu dokumen itu sejak November 2019. Selain KTP, ada juga dokumen lain yang dipakai untuk keperluan kelengkapan administrasi pengajuan kredit di Bank. Emi berujar mencetak KTP palsu sebanyak enam keping dengan harga per keping Rp2 juta. Dia mendapat material surat-surat yang dipalsukan dari seseorang melalui internet, dan per keping KTP dibeli dengan harga Rp1 juta.

Baca juga :  Kominfo Denpasar Siapkan Pelayanan Daring di Tingkat Desa/Lurah

Dalam dua bulan ini, menurut pengakuan kedua tersangka, mereka empat kali menggelapkan mobil rent car. Toyota Avanza silver di wilayah Tabanan dijual Rp15 juta, Honda Freed silver di Bali Danu Rent Car Sidakarya dijual p 15 juta, Toyota Avanza putih di wilayah Kepaon dijual Rp15 juta, dan Toyota Calya putih dari Koperasi Seroja Blambangan Sejahtera dijual Rp12 juta. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.