POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Jajaran Pengurus PGRI Kota Denpasar bergerak cepat memberikan pengetahuan, pemahaman dan praktik baik kepada anggota PGRI. Kamis (26/10/2023), PGRI Kota Denpasar menyelenggarakan workshop mengangkat judul “Optimalisasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka”.
Agenda workshop dalam rangka memperingati HUT ke-77 PGRI dan HGN tahun 2023 yang dilangsungkan secara blended learning ini dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag., diikuti ratusan guru. Pembukaan workshop juga dihadiri Ketua PGRI Provinsi Bali, I Komang Artha Saputra; S.Pd., M.Pd.; Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., IGTKI, K3S, MKKS SMP, SMA/SMK Kota Denpasar, serta undangan lainnya.
Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., mengatakan, workshop ini diselenggarakan berkaitan dengan pengembangan keprofesionalan guru dalam berbagai hal, yang tak kalah pentingnya adalah dalam peran serta pendidik pada PMM. PMM membantu pendidik dalam mendapatkan pemahaman referensi dan inspirasi untuk dapat menerapkan Kurikulum Merdeka.
Selain itu, PMM merupakan platform teknologi yang disediakan untuk menjadi teman penggerak bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya. PMM hadir sebagai saran edukasi digital yang memiliki tiga fitur utama; belajar, mengajar dan berkarya. Salah satu aspek penting daei platform ini adalah perannya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, yang menjadi landasan bagi pendidikan yang lebih inklusif, kreatif, dan kolaboratif di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Ketut Suarya, menyampaikan jati diri PGRI adalah organisasi profesi, organisasi perjuangan dan organisasi ketenagakerjaan. Ia yakin jika 4.806 orang anggota PGRI Kota Denpasar yang tercatat pada Pengurus PGRI Kota Denpasar mempunyai loyalitas dan komitmen tinggi mewujudkan apa yang dicita-citakan organisasi.
Agenda workshop menghadirkan narasumber Ketua APKS PGRI Kota Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd.; Balai Guru Penggerak Provinsi Bali, I Wayan Raka Santi Darmawan, S.Pd.; dan Duta Teknologi Provinsi Bali, I Made Agus Suputrayasa, S.Pd., Gr. Tiap peserta workshop selain mendapatkan materi juga e-sertifikat 32 JP.
Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengatakan, PMM menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik atau para guru untuk berinovasi dan bertransformasi. Karena di PMM dituntut agar sudah melakukan suatu yang mengubah cara pandang, superior tenaga pendidik. Juga melatih kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial.
Ia menyampaikan saat ini guru sudah berorientasi yang sangat berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Guru telah bergeser metode, pola, relasi, dan juga langkah-langkah yang lebih banyak memberikan keleluasaan melalui PMM.
Merdeka artinya leluasa dalam berpikir, leluasa dalam menggali gagasan melalui ide-ide cerdas serta inisiatif-inisiatif yang baik, yang semuanya digali dari anak-anak. Selain itu, lanjut Wiratama, saat ini tenaga pendidik dituntut agar terus menerus belajar membangun suasana untuk membuat perubahan-perubahan yang bisa memberikan ruang yang luar biasa bagi percepatan-percepatan dari merdeka belajar.
Para guru diharapkan dapat memanfaatkan PMM yang menjadi salah satu referensi bagi guru mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka dan sharing praktik baik. Ia berharap melalui workshop ini guru dapat membuat sebuah media pembelajaran yang menarik yang dapat diunggah ke dalam PMM. Dan, melalui workshop ini mampu meningkatkan kapasitas dan semangat guru-guru dalam mengajar. tra























