POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Rapat paripurna DPRD Bali membahas Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah serta Raperda Perubahan APBD Provinsi Bali 2023, Senin (4/9/2023) menjadi paripurna terakhir yang diikuti Gubernur Bali, Wayan Koster; dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati. Sebab, mulai Selasa (5/9/2023) masa jabatan pasangan kepala daerah ini akan berakhir untuk periode pertama. Sebagai penghormatan, para pimpinan DPRD dari lintas fraksi kompak mengapresiasi capaian pasangan Koster-Ace sejak 2018-2023.
Dalam paripurna ini, Nyoman Laka membacakan laporan akhir pembahasan Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Sementara untuk pendapat akhir dan rekomendasi DPRD Bali terhadap Raperda Perubahan APBD Provinsi Bali dibacakan Gede Kusuma Putra. Yang menggelikan, mungkin kurang terbiasa, Nyoman Laka sempat belepotan saat membacakan pantun di akhir pembacaan Raperda. Ketua DPRD Nyoman Adi Wiryatama bersama Gubernur Koster dan audiens tertawa melihat kekikukan Laka.
Saat memberi sambutan, Koster berterima kasih atas kinerja Dewan yang cepat mengambil keputusan, dengan rapat dari pagi sampai malam sejak Sabtu (2/9/2023) dan Minggu (3/9/2023) malam lalu membahas dua raperda. Dia menilai situasi responsif ini jarang terjadi. Dinamika ini disebut wujud komitmen Pemprov dan DPRD untuk menetapkan kebijakan yang mendukung kinerja pemerintahan.
“Semua pembahasan kebijakan berjalan lancar, tidak ada yang mengganjal atau menghambat kegiatan. Dewan periode ini memberi pandangan luar biasa, interaksi Dewan dan eksekutif di Bali luar biasa selama lima tahun ini,” pujinya disambut aplaus hadirin.
“Paripurna ini adalah terakhir pada periode pertama saya sebagai Gubernur. Terima kasih para bupati/wali kota se-Bali dan masyarakat Bali. Juga instansi vertikal, semua kooperatif. Saya berharap proses ke depan lancar, dan sampai jumpa di periode kedua,” tutupnya.
Adi Wiryatama menambahkan, tak terasa lima tahun Koster-Ace diberi kepercayaan menjadi kepala daerah. Dia balik memuji keduanya ulet bersinergi dengan Dewan untuk memberi arah jalannya pemerintahan. Berbagai regulasi dan pembangunan dilahirkan, mulai infrastruktur Besakih, shortcut, Tower Turyapada, Pelabuhan Sanur, pembuatan bendungan dan pembangunan lainnya. Termasuk peningkatan jaminan sosial untuk para prajuru adat.
“Yang paling membanggakan adalah adanya UU 15 tahun 2023 tentang Provinsi Bali, yang memungkinkan inovasi memajukan Bali. Tidak bisa saya sebutkan satu per satu capaiannya, Dewan mengapresiasi kebijakan Gubernur,” paparnya.
Tak terasa, ulasnya, kini tiba waktu berpisah. Hukum alam ada siang ada malam, ada terbit ada terbenam, ada datang ada pergi. “Atas nama rakyat Bali dan lembaga, kami minta maaf jika ada hal yang kurang. Kita berpisah untuk bertemu kembali,” urainya dengan suara bergetar.
Seakan jadi kontes apresiasi, Wakil Ketua I DPRD Nyoman Sugawa Korry juga turut mengapresiasi capaian Koster-Ace. Meski, dia mengakui ada dinamika suka-duka selama lima tahun bekerja sama. Koster sebagai Ketua DPD PDIP dengan warna merah, dan Sugawa sebagai Ketua DPD Partai Golkar dengan warna kuning. “Dari perbedaan warna bersama kita berhasil membuat taman indah demokrasi, dan taman ini harus kita jaga bersama. Dari berbagai indikator pembangunan kami pandang berhasil, tapi terhadap kekurangan yang ada kita perbaiki dan sempurnakan bersama,” sebutnya.
Namanya juga panggung politik Wakil Ketua II DPRD Bali Wayan Suyasa, mengirim sinyal kemesraan untuk perjalanan Koster ke periode kedua. Dia mendaku senang karena kebetulan baju adat putih yang dikenakan sama dengan Koster. Kinerja dan capaian Koster juga dipuji, selain menyanjung bagaimana lenturnya Koster menjalin komunikasi politik dengan dia yang dari Gerindra.
“Pak Gubernur ini banyak ide dan gesit. Pak Prabowo mengajarkan kami bahwa kalau kerja baik patut diapresiasi meski beda partai. Kerja sama baik lima tahun kita saling menghormati. Mudah-mudahan 2025 kembali duduk di tempat sama, karena dua pimpinan sudah tidak di sini,” kelakarnya disambut tawa hadirin. hen
























