Piala Uber: Indonesia Runner-up Grup A Usai Ditekuk Jepang

  • Whatsapp
GANDA putri Indonesia di Piala Uber, Ribka Sugiarto dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. foto: antaranews

TIM Piala Uber Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang dengan skor telak 0-5 pada laga terakhir penyisihan sekaligus penentuan juara Grup A, di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Selasa (12/10/2021) malam. Meski kalah, Indonesia tetap mendampingi Jepang pada laga babak perempatfinal.

Pemain tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo yang tampil pada partai terakhir melengkapi kekalahan Indonesia 0-5, setelah dikalahkan Aya Ohori dua game langsung 14-21 dan 7-21. Kekalahan ini membuat Indonesia harus puas sebagai runner-up Grup A yang dihuni empat tim termasuk Jepang, Jerman dan Prancis.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya Indonesia meraih kemenangan masing-masing 4-1 atas Jerman dan Prancis. Sedangkan Jepang, sebelum bertemu Indonesia sudah lebih dulu mengalahkan Prancis 5-0 dan Jerman dengan skor yang sama.

Sebelumnya tunggal putri pertama Gregoria Mariska Tunjung dikalahkan Akane Yamaguchi 7-21, 16-21. Kemudian disusul ganda putri pertama Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto yang menyerah di tangan Mayu Matsumoto/Nami Matsumaya 14-21, 19-21.

Tunggal putri kedua Indonesia Putri Kusuma Wardani yang diharapkan bisa mempertipis ketinggalan, juga menyerah ditangan Sayaka Takahashi dua game langsung 14-21 dan 19-21. Disusul di partai keempat ganda putri, Nita Violina Marwah/Putri Syaikah yang takluk di tangan Yuki Fukushima/Arisa Higashino 9-21 dan 10-21.

Baca juga :  Objek Wisata di Badung Masih “Miskin” Pengunjung

Pelajaran Penting
Usai laga tersebut, pasangan ganda pertama Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto menyadari bahwa mereka kurang berani nekat pada poin-poin kritis saat melawan Mayu Matsumoto/Nami Matsumaya.

“Kami kalah karena tadi di poin-poin kritis, terutama di gim kedua, kami malah kurang nekat, kurang berani, dan tertekan,” ujar Fadia melalui siaran pers PP PBSI usai laga yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Selasa malam WIB.

“Tadi di gim pertama, kami kurang langsung in dengan pertandingan. Permainan kami belum keluar. Sementara di gim kedua, sudah memimpin, tapi di poin-poin kritis malah kalah. Ini pelajaran penting agar di pertandingan berikutnya, kami harus bisa langsung main dengan pola yang kami inginkan,” ujar Ribka, yang dilansir posmerdeka.com dari antaranews

Sementara pasangan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah yang menyerah kepada Yuki Fukushima/Arisa Higashino dengan skor 9-21, 10-21, mengaku banyak yang harus diperbaiki dari permainan mereka.

“Main kami tadi kurang aman. Tak sabar sendiri. Padahal pasangan yang kami hadapi adalah pasangan berpengalaman. Pertahanan lawan juga rapat sekali. Tidak bisa sekali serang untuk bisa dapat poin,” kata Nita usai pertandingan.

Putri Syaikah menambahkan bahwa menghadapi pasangan berpengalaman, mereka tidak boleh terburu-buru. “Kami tadi tidak sabaran. Dengan shuttlecock yang berat, seharusnya kami tidak boleh menyerang terus,” kata pemain yang akrab disapa Chika itu.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Covid-19, Pemkot Denpasar Sasar Pengemudi Ojol

Dari pertandingan debut sebagai pasangan ini, Nita/Chika mengaku banyak hal yang harus diperbaiki agar ke depan performanya semakin solid. “Harus lebih dikuatkan lagi, harus lebih tahan di lapangan, siap lebih capek. Harus lebih aman lagi mainnya. Fokus kami tak boleh hilang. Kami harus bisa konsisten terus,” papar Nita. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.