DENPASAR – Kepemimpinan Gubernur Bali, Wayan Koster, selama empat tahun lebih dinilai banyak keberhasilan, termasuk dalam hal pelestarian dan pemajuan kebudayaan Bali.
Koster juga dilihat mampu tetap menjaga dan menguatkan tatanan kehidupan masyarakat Bali. Pujian itu dilayangkan pengurus DPW Partai Nasdem Bali, Anak Agung Ngurah Gede Widiada, Senin (5/12/2022).
“Sebagai orang puri, saya bangga dan mengapresiasi kepemimpinan Pak Gubernur Koster yang mendekati lima tahun ini,” kata penglingsir Puri Peguyangan ini.
Dalam pengamatannya, Koster bernas memulai pola pembangunan Bali, dari memperkuat kembali tatanan hidup dalam konteks pelestarian dan kemajuan. “Sebagai pemimpin yang bukan tua sekali, modern dan intelektual, beliau melihat tatanan kehidupan di Bali ini perlu dijaga,” sebut Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW Partai Nasdem Bali tersebut.
Meski berstatus warga puri, dia menegaskan bukan berarti feodal atau membenci modernitas. Yang dituju adalah tatanan kehidupan masyarakat Bali jangan sampai diobrak-abrik, justru harus dilestarikan, karena itulah yang diwarisi dari para leluhur.
Di Bali, tatanan kehidupan saat ini dimulai dari kerajaan, kepemimpinan orang suci. Ini proses berabad-abad yang diwarisi dalam bentuk nilai-nilai budaya hingga agama.
“Saya melihat Pak Koster sebagai pemimpin Bali yang memproteksi itu. Dan justru sebagai orang puri, kami memberi rasa hormat, dan kita memang butuh figur pemimpin seperti beliau,” ulas anggota DPRD Denpasar ini.
Widiada juga mengapresiasi langkah Koster yang berencana memperdakan konsep pura tua, yang mana termasuk Sad Kahyangan, yang mana Kahyangan Jagat dan sebagainya. Gagasan itu dinilai luar biasa, karena pemerintah tentu hadir memberi keringanan untuk pengempon pura dalam menopang kebudayaan di wilayah pura itu.
“Pak Koster pemimpin muda, cerdas, dan berani melakukan terobosan berpikir. Tapi tetap menjaga tatanan kondisi masa lalu ke kondisi masa kini tanpa kita kehilangan identitas sebagai orang Bali, yang terkenal dengan etikanya, keramahtamahannya,” tandas Widiada. hen
























