Petani di Tabanan Dikenalkan Tanaman Sorgum

  • Whatsapp
BUPATI Sanjaya (kanan) saat mengenalkan tanaman sorgum kepada petani di Tabanan, dengan memanfaatkan lahan percontohan di halaman belakang Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Kamis (25/3/2021). foto: ist

TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menggandeng Koperasi Teknoprener dan PT Wotan untuk mengenalkan tanaman sorgum kepada petani di Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (25/3/2021). Tanaman tersebut dikatakan sebagai alternatif tanamam pangan varian baru, karena dinilai sangat menguntungkan bagi masyarakat petani.

Percontohan penanaman biji sorgum juga dilakukan bersama Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto, di halaman belakang Rumah Jabatan Bupati Tabanan. Hadir pula Sekda I Gede Susila, dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bacaan Lainnya

Bupati Sanjaya berharap, kebun yang dia tanami biji sorgum itu akan menjadi kebun edukasi, sehingga jadi salah satu inspirasi dalam bercocok tanam bagi masyarakat petani di Tabanan. “Saya rasa sorgum ini sangat cocok ditanam di Kabupaten Tabanan, sebagai tanaman alternatif pengganti beras. Saya berniat dan berkomitmen untuk membudidayakan sorgum ini di Tabanan,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu cukup beralasan, mengingat banyak lahan yang nonproduktif di Tabanan. Sorgum dikatakan salah satu tanaman yang berguna, dan menyerupai padi. “Ternyata, sorgum inilah jawaban untuk lahan nonproduktif di Tabanan. Saya akan turun langsung di tengah-tengah petani dan bersama dinas terkait, sehingga ketahanan pangan di Tabanan bisa tetap terjaga,” kata Sanjaya.

Baca juga :  Desa Kutuh Jajaki Kereta Gantung di Pandawa

Sementara itu, Nuryanto dari PT Wotan menyebutkan, tanaman sorgum ini adalah tanaman biji-bijian yang mempunyai banyak kegunaan sebagai pengganti pangan. “Tanaman ini seperti jagung, ditanam sekali bisa panen empat kali. Kemudian juga berumur pendek, hanya 99 hari sampai 105 hari. Jadi, sorgum ini sangat berpotensi untuk pengganti pangan selain beras,” ulasnya.

Bila untuk kesejahteraan petani, lanjtnya, sorgum sangat menjanjikan. Dalam satu hektar sorgum bisa menghasilkan empat ton sampai 10 ton dalam waktu 105 hari. ‘’Ya, ini sangat menguntungkan bagi petani. Petani bisa jual buahnya, bisa jual pohonnya, karena dengan dipotong pohonnya akan tumbuh lagi dalam waktu 3,5 bulan, dan 105 hari kemudian panen lagi. Tidak usah tanam lagi, seperti pisang,” pungkas Nusyanto. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.