TIM Perseden Denpasar harus menyampaikan terima kasih kepada tim Pekanbaru FC Riau. Karena, tanpa ”bantuan” tim dengan julukan Cempaka Kuning itu, Perseden bakalan gagal lolos ke babak 8 besar alias gagal memenuhi target promosi ke Liga Nusantara (Liga 3 Nasional) musim depan. Lho kok?
Pasalnya pada pertandingan pamungkas (ketiga) Grup D babak 16 besar Liga 4 Nasional, Perseden memang butuh kemenangan melawan Persema Malang. Disisi lain, Perseden berharap saingan utamanya Persikoba Kota Batu Malang tidak menang melawan Pekanbaru FC. Dua partai laga penentuan itu digelar bersamaan. Hasilnya?
Syukunya Pekanbaru FC akhirnya bermain imbang 0-0 dengan Persikoba. Sebaliknya, jika Persikoba menang 1-0 saja, maka kemenangan Perseden 2-1 atas Persema tidak akan berarti apa-apa bagi Laskar Catur Muka alias gagal mewujudkan target yang diusung.
Sebelum menjejak 16 besar, nasib Pekanbaru FC di babak 32 besar juga sangat tergantung dengan Perseden. Pada partai pamungkas Grup W, Pekanbaru FC butuh kemenangan atas Persital FC Talumolo (Gorontalo), dengan harapan Persigubin Pegunungan Bintang dari Provinsi Papua Pegunungan tidak menang lawan Perseden.
Andai saja Perseden ”bermain” karena ingin menyingkirkan Pekanbaru FC, bisa saja Laskar Catur Muka memberi kemenangan Persigubin 1-0 saja. Dan itu berarti, kemenangan Pekanbaru FC 5-0 atas Persital FC tidak akan berarti apa-apa.
Syukurnya Perseden akhirnya imbang 1-1 melawan Persigubin, dan nasib Pekanbaru FC akhirnya terselamatkan. Perseden jika kalah 0-1, tetap sebagai juara grup dan Persigubin akan mendampinginya lolos ke babak 16 besar dengan status runner up.
Inilah sisi positif dari perjalanan Perseden dan Pekanbaru FC di babak 32 dan 16 besar Liga 4 Nasional. Kedua tim menjunjung nilai-nilai sportivitas olahraga, tetap main fair play. Mereka tidak berani ”bermain-main”, apalagi pertandingannya disiarkan secara live streaming melalui PSSI TV. Semoga bernlanjut sampai Liga 4 Nasional ini tuntas! yes
























