RITUAL dalam sepakbola adalah kebiasaan atau serangkaian tindakan yang dilakukan pemain, pelatih, atau tim untuk meningkatkan kepercayaan diri, keberuntungan, atau mempersiapkan diri sebelum pertandingan. Ritual ini bisa sangat bervariasi, mulai dari mengenakan pakaian tertentu, mendengarkan musik, hingga ritual yang lebih unik seperti cium kepala atau menyentuh bendera tim.
Mungkin karena sugesti, ritual membantu pemain dan tim untuk meningkatkan rasa percaya diri dan merasa siap untuk pertandingan. Menariknya, pemain yang melakukan ritual-ritual unik tersebut tidak jarang berstatus sebagai pemain terkenal.
Sebut saja legenda Timnas Belanda, Ajax Amsterdam, dan Barcelona, Johan Cruyff. Ia bukan hanya pesepakbola ikonik, tapi juga percaya takhayul. Saat bermain untuk Ajax, penyerang Belanda ini biasa menampar perut kiper Gert Bals sebelum masuk ke lapangan.
Cruyff juga meludahkan permen karetnya ke area pertahanan lawan sebelum kick-off. “Aneh rasanya, tapi tampaknya berhasil bagi saya,” kata Cruyff tentang ritualnya yang tidak biasa. “Setelah saya menjalani ritual kecil sebelum pertandingan, pikiran saya sepenuhnya terfokus pada apa yang harus kami lakukan agar sukses di lapangan,” ungkapnya.
Pada tahun 1998, tuan rumah Piala Dunia, Prancis, memiliki ritual yang tidak biasa di mana bek Laurent Blanc selalu mencium kepala botak kiper Fabien Barthez sebelum pertandingan. Ritual itu bekerja dengan sangat baik saat Les Bleus meraih juara Piala Dunia di kandang sendiri.
Lalu 20 tahun kemudian, Prancis memiliki ritual lucu lainnya, di mana para pemain menyentuh kumis bek Adil Rami. Dan sekali lagi ritual itu berhasil, karena tim asuhan Didier Deschamps kembali dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2018 di Rusia.
Kembali ke Piala Dunia 1990, kiper Argentina, Sergio Goycochea, secara tidak sengaja memulai salah satu ritual sepakbola yang paling aneh dan sejujurnya, menjijikkan. Ia ketika itu terpaksa buang air kecil di lapangan sebelum adu penalti pada babak perempat final.
“Tahukah Anda, sesuai aturan mainnya, hingga pertandingan selesai pemain tidak boleh meninggalkan lapangan. Dan kalau ada kebutuhan yang manusiawi harus dilakukan di lapangan,” kata Goycochea.
“Jadi itu yang terjadi saat kami melawan Yugoslavia (di perempat final Piala Dunia 1990). Pada akhir pertandingan, saya benar-benar harus pergi (buang air kecil) jadi saya tidak punya pilihan.”
“Tapi kami menang, jadi ketika semifinal melawan Italia berlalu, hingga adu penalti, saya melakukannya lagi, dan berhasil. Maka sejak saat itu saya melakukannya sebelum setiap adu penalti. Itu adalah keberuntungan saya,” akunya.
Italia mungkin adalah negara yang paling percaya takhayul di dunia, dan ini adalah budaya yang sering diwujudkan dalam beberapa ritual sepak bola yang sangat menarik.
Ambil contoh Presiden Pisa, Romeo Anconetani, yang suka menaburkan garam di lapangan untuk mendapatkan keberuntungan. Makin berat pertandingan, makin banyak garamnya. Sebelum derby besar melawan Cesena, dia mengatur agar beban garam 26 kg disebarkan di lapangan.
Pada pertengahan 1970-an, pelatih Eintracht Frankfurt, Gyula Lorant, memperkenalkan ritual “coffee klatch” – kopi, kue, obrolan santai – untuk para pemainnya sebelum pertandingan. Segalanya berjalan baik dan mereka tidak melihat ke belakang, tetap tidak terkalahkan selama 21 pertandingan sambil berlarian dengan kopi dan kue di perut mereka.
Sepakbola Nasional
Di sepakbola Indonesia, juga ada ritual yang dilakukan tim atau pemain. Di Gorontalo misalnya, ada ritual unik dalam sepakbola yaitu memasuki lapangan dengan kaki kanan terlebih dahulu, yang dianggap sebagai simbol keberuntungan.
Ada juga ritual dalam Sepakbola Api, dimana sebelum pertandingan, tetua adat desa mengoleskan air suci dari mbelik sucen kepada setiap pemain yang akan bertanding, sebagai simbol keselamatan dan keberuntungan.
Lantas apa ritual Perseden hingga akhirnya bisa promosi ke Liga Nusantara (Liga 3 Nasional). Ternyata ada menurut salah satu Exco Askot PSSI Denpasar, Anak Agung Alit Wiartha. Sehari sebelum pertandingan, ada ritual makan pizza yang dilakukan seluruh pemain yang dikoordinir kapten tim Made ”Mucin” Antha Wijaya.
Pizza adalah makanan khas Italia, khususnya dari kota Napoli. Pizza merupakan hidangan yang terdiri dari adonan pipih yang dipanggang, kemudian diberi topping seperti saus tomat, keju, dan berbagai bahan lainnya. Pizza telah menjadi sangat populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan memiliki banyak variasi topping yang disukai oleh banyak orang.
”Sejak main di babak 64 besar dan 32 besar, kebetulan main di kandang sendiri (Stadion Ngurah Rai Denpasar), saya selalu belikan anak-anak pizza sebelum menghadapi pertandingan besoknya. Astungkara tradisi makan pizza ini manjur, Perseden tidak terkalahkan, dua kali juara Grup O dan W,” kata Gung Guntur, sapaan akrab Anak Agung Alit Wiartha.
Percaya atau tidak, tradisi makan pizza sebelum bertanding dilanjutkan Perseden di babak 16 besar. Hanya, di laga kedua Gup D Babak 16 besar melawan Pekanbaru FC, ritual atau tradisi makan pizza itu tidak dilakukan dan hasilnya Perseden kalah 0-2. Padahal waktu di 32 besar, Perseden mampu mengalahkan Pekanbaru 2-0.
”Pas waktu melawan Pekanbaru, sakit asam lambung lambung saya kumat, bahkan sempat menjalani rawat inap. Karena dalam kondisi sakit, saya lupa membelikan anak-anak pizza,” tutur Gung Guntur.
Tapi ritual makan pizza kembali lanjut sebelum Perseden bersua Persema Malang pada laga ”hidup mati. Hasilnya, Perseden pun berhasil mengalahkan Persema 2-1 sekaligus lolos ke babak 8 besar dan berhak mengantongi tiket promosi ke Liga Nusantara musim depan.
Tradisi makan pizza sebelum pertandingan itu dibenarkan Kapten Perseden Made ”Mucin” Antha Wijaya. Menurutnya ide itu, memang dari Gung Guntur. ”Beliau (Gung Guntur) memang selalu mendukung kami, baik secara moril maupun materiil, sehingga kami bisa melangkah jauh mewujudkan target promosi ke Liga 3 Nasional,” ungkap Mucin.
Menghadapi babak 8 besar, Mucin mengatakan ritual makan pizza sebelum pertandingan, kembali akan dilanjutkan. ”Mudah-mudahan kami mendapatkan hasil yang lebih baik. Tetapi secara umum, saya dan teman-teman setim bisa bertanding lebih plong tanpa beban berat, karena sudah meraih target utama itu,” pungkas Mucin. yes























