Permintaan Seni Ukir Kayu di Jehem Anjlok 60 Persen

  • Whatsapp
PEKERJA seni ukiran kayu di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli, sedang menggarap ukiran kayu untuk bangunan sanggah. foto: ist

BANGLI – Sejak pandemi Covid-19 meruyak, seni ukiran kayu di Bali masih tetap bertahan. Hanya, permintaan pasar anjlok hingga 60 persen lebih. Salah satunya usaha ukiran kayu milik I Ketut Sudiawan di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli.

Ditemui pada Kamis (26/8/2021), Sudiawan bersama sejumlah mitra kerjanya nampak sibuk menggarap ukiran kayu untuk bangunan sanggah. Sembari memahat, Sudiawan bertutur sudah 17 tahun menjadi perajin ukiran kayu. Persisnya sejak dia lulus sekolah dasar.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, permintaan kayu ukir sangat tinggi, terutama sebelum masa pandemi. Beberapa permintaan sering diterima dalam bentuk sanggah, bangunan bale daja ataupun bangunan bale dangin dengan bentuk ada saka sembilan maupun saka 12. “Kalau dulu, dalam sebulan pesanan yang masuk bisa belasan hingga puluhan. Kalau sekarang tidaklah sebanyak itu, tapi ada saja,” ucapnya.

Sejak pandemi melanda setahun lebih belakangan, pesanan yang masuk turun drastis, bisa mencapai 60 persen. Malah sempat dalam sebulan tidak ada pesanan sama sekali. “Sekarang sebulan dapat dua hingga tiga pesanan sudah bersyukur. Yang penting para perajin di sini masih tetap bisa bertahan di tengah wabah ini,” imbuhnya dengan nada pasrah.

Baca juga :  Dolar Terus Naik, Pengusaha Tahu Tempe Ketar-ketir

Tak hanya permintaan yang menurun, kata dia, dari segi harga juga ikut-ikutan anjlok. Misalnya untuk sanggah ukir yang semula bisa laku hingga Rp15 juta, saat ini paling hanya Rp12 juta hingga Rp13 juta.

Dia berprinsip yang penting usaha masih bisa berjalan usahanya. Karyawan juga sudah memaklumi kondisi yang ada. Apalagi karena situasi sekarang ini, banyak yang minta karting harga.

“Ya terpaksa kami turunkan, biar sama-sama dapat. Dan yang penting tidak merugi,” sambungnya sembari menjamin kualitas ukiran dan bahan tidak dikurangi. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.