Perlu Sentuhan Pemprov dan Pusat, Geopark Batur Masih Dibayangi Pelbagai Permasalahan

WAKIL Bupati Bangli, I Wayan Diar, saat menghadiri The First UNESCO Global Youth Forum Seminar & Camp tahun 2022, di Museum Gunung Api Batur, Rabu (14/9/2022). Foto: ist

BANGLI – Sejak kawasan Gunung Batur diakui sebagai bagian dari jaringan Geopark Global 2012, sampai kini ternyata masih dibayangi sejumlah permasalahan. Antara lain pencemaran danau, kerusakan gunung, pertambangan pasir, masalah limbah dan sanitasi, serta rencana detail tata ruang kawasan yang belum tersusun dengan baik.

Mengatasi pelbagai persoalan itu, Pemkab Bangli mohon kepada pemangku kepentingan, dalam hal ini Pemprov Bali, kementerian terkait dan UNESCO, untuk hadir membantu menyelesaikannya. Demikian dipaparkan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, saat menghadiri The First UNESCO Global Youth Forum Seminar & Camp tahun 2022, di Museum Gunung Api Batur, Rabu (14/9/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut Diar, The First Unesco Global Youth Forum Seminar & Camp akan dapat berkontribusi untuk pengembangan dan pelestarian kawasan Batur UNESCO Global Geopark (BUGG) di masa yang akan datang.

Kegiatan ini penting untuk membangun jaringan keterlibatan dan kerjasama antarpemuda di dunia. Pemuda secara nasional dan global memiliki kekuatan tak terbatas untuk meningkatkan pengetahuan tentang geopark kepada masyarakat umum.

“Forum ini adalah ajang tepat bagi pemuda untuk mengumpulkan ide-ide dan saran keberlanjutan Geopark. Sebab, gunung, hutan dan Danau Batur adalah sumber kehidupan, sumber oksigen, dan sumber mata air untuk menjaga keseimbangan ekosistem Bali,” ulasnya.

Baca juga :  Putus Penyebaran Corona, Desa Dauh Puri Kaja Lakukan Patroli Dialogis

Lanjut dipaparkan, Geopark Batur terus tumbuh menjadi salah satu destinasi pariwisata paling favorit di Bali. Kunjungan wisatawan mencapai 941.410 orang, dengan jumlah pendapatan Rp26 miliar pada tahun 2019.

Saat pandemi Covid 19 berkecamuk, kunjungan sempat sepi. Namun, dengan keberhasilan program vaksinasi massal dan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat, kondisi pariwisata di Batur UNESCO Geopark kembali mengalami pertumbuhan cukup baik.

Mengakhiri sambutannya, Diar yang didampingi Vivi Yulaswati, Staf Ahli Bappenas Bidang Sosial dan Pengurangan Kemiskinan; Immanuel Deo Silalahi, Ketua UNESCO Global Geopark Youth Forum, Ozlem Adiyaman Lopes, Sensor Programme Manager Earth Sciences and Geohazards Risk Reduction UNESCO: memukul kendang sebagai tanda dibukanya 1st UNESCO Global Geopark Youth Forum Seminar & Camp tahun 2022.

Forum ini diikuti 50 peserta dari delegasi negara anggota Global Geopark Network, dan perwakilan dari Geopark Youth Forum dari seluruh Indonesia. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.