Peringati Hari Pancasila, PDIP Mataram Gelar Lomba Pidato ala Bung Karno

  • Whatsapp
POSTER lomba pidato ala Bung Karno yang akan diselenggarakan DPC PDIP Kota Mataram. Foto: rul
POSTER lomba pidato ala Bung Karno yang akan diselenggarakan DPC PDIP Kota Mataram. Foto: rul

MATARAM – Memperingati hari wafatnya Bung Karno pada tanggal 21 Juni, PDIP Kota Mataram mengagendakan lomba pidato ala Bung Karno. Kegiatan yang merupakan rangkaian Bulan Bung Karno itu akan dijalankan dengan seminar nasional secara daring mengenai Pancasila sebagai pemersatu bangsa. 

Ketua DPC PDIP Kota Mataram, Made Slamet, mengatakan, lomba pidato ala Bung Karno itu terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Para juri lomba pidato itu, salah satunya, seniman terkenal di Kota Mataram yakni Muhamad Zaini. Para peserta harus mempunyai akun media sosial Facebook dan Instagram.

Bacaan Lainnya

“Mereka diwajibkan mengunggah video berdurasi tiga sampai lima menit ke akun media sosialnya, selanjutnya mem-follow akun Instagram dan Facebook PDIP Kota Mataram,” kata Slamet di kantor DPC PDIP Mataram, Kamis (10/6/2021). 

Menurut anggota DPRD NTB tersebut, para peserta harus memilih dua tema yang sudah ditetapkan; yakni Pancasila mempersatukan keberagaman, dan memperingati hari lahir Pancasila. Kata dia, lomba pidato dan seminar nasional itu merupakan tradisi dari partainya memperingati Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno. “Ini juga menjadi hari besar Republik Indonesia untuk mengingat perjuangan Soekarno sebagai Bapak Proklamator kita, yang memperjuangkan hak-hak asasi kita,” serunya bersemangat.

Baca juga :  Demer Siap Bantu Pemasalan Kick Boxing di Bali, Siapkan Ratusan Spanduk untuk Promosi

Dia menguraikan, pada bulan Juni, selain Hari Lahir Pancasila, juga sebagai Bulan Bung Karno. Sebab, Bung Karno lahir dan meninggal pada bulan Juni, dan perjuangannya banyak pada bulan Juni.

Terkait kegiatan partai, jelasnya, walaupun di tengah pandemi Covid-19, PDIP tetap mampu melangsungkan acara Hari Lahir Pancasila dan Bung Karno. Seluruh kader dan simpatisan di Kota Mataram, lanjut dia, turut berpartisipasi sejak tanggal 1 Juni untuk melakukan sejumlah kegiatan. Antara lain pemotongan tumpeng di kantor DPC yang dilakukan dengan mengunjungi masyarakat yang tengah tergolek lemas di rumahnya. Juga melakukan bakti sosial dengan bersih-bersih di Pantai Mujang, Lingkungan Banjar, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram pada Hari Lingkungan hidup. 

“Kami tidak melihat kehebatan, kepiawaian, tetapi pada makna dari terjemahan Pancasila yang disampaikan melalui puisi dan pidato untuk dapat sangat menjiwai Pancasila,” tegasnya.

Didampingi Sekretaris DPC Nyayu Ernawati, dia berujar Pancasila saat ini harus tetap digaungkan, karena masih banyak yang ingin mengganggu Pancasila. Namun, dia yakin masih lebih banyak yang menginginkan Pancasila tetap dan terus ada sebagai perekat di tengah masyarakat.

Untuk keperluan itu, jelasnya, diadakan webinar nasional dengan menghadirkan tokoh nasional dan akademisi. Di antaranya Lalu Bayu Windia selaku budayawan, Prof. TGH Masnun Tahir (Ketua PWNU NTB), Lalu Wira (akademisi Unram), serta Raden Nuna Abriadi dari internal partai. Mereka akan membedah harapan bangsa, khususnya para pahlawan, bahwa Pancasila adalah perekat dan pemersatu bangsa Indonesia. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.